IMAN YANG BENAR
Kalau ada iman yang benar berarti ada iman yang salah. Iman adalah kata kunci dalam kekristenan. Berkenannya orang kepada Allah bukan karena kehebatannya, kekayaannya, kepintarannya, namun karena imannya.
Jadi iman itu sangat penting
Kita masuk ke dalam kerajaan sorga karena iman kita kepada Tuhan. Sah-sah saja kita mengaku beriman kepada Tuhan, namun yang kita kejar adalah Tuhan sendiri yang mengakui bahwa kita orang yang beriman.
Kembali kepada perikop yang diatas, seorang wanita 12 tahun sakit pendarahan, hartanya habis, uang habis dulu banyak temannya, sekarang temannya pada menjauh, secara fisik habis, miskin, secara psikis juga sakit karena ditinggalkan orang, mungkin suaminya juga sudah menjauhi dia karena bau dan sangat tidak nyaman di dekatnya.
Namun sesuatu yang ajaib terjadi ketika suatu hari Tuhan Yesus datang ke daerah itu, wanita ini bertemu dengan Yesus, ketika itu Yesus dikerumunin orang banyak, dan wanita ini beriman kepada Yesus bahwa asal kujamah saja jubahNya, aku akan sembuh, dan benar, dia mengalami mujizat kesembuhan, dan singkat cerita Yesus berkata hai ibu besar imanmu.
Bicara tentang iman, ada 3 hal yang mau kita pelajari:
- Iman yang benar dimulai dari mendengarkan Firman(Ayat 28)
Dari mana kita memiliki iman kalau kita tidak pernah dengar firman, atau baca Alkitab. Roma 10:11 juga berkata iman timbul dari pendengaran dan pendengaran akan firman Tuhan. Kekristenan itu harus murni, jangan sambilan, jangan karena Mood, jangan karena butuh, tapi karna kasih kepada Allah dan iman kepada Allah. Jangan samakan Allah dengan dukun, contoh: zaman ponari, banyak orang datang untuk melihat perbuatannya, masukin batu ke air, diminum lalu sembuh, mereka lihat ponari nya atau mujizatnya? tentu mujizatnya.
Kalau kita datang ke gereja hanya ingin lihat mujizat, artinya kita samakan Tuhan dengan dukun.. itu dosa! - yang benar harus dinyatakan dengan perbuatan.
Jangan mau sembuh tapi diam aja, mau diberkati cuman doa saja, menanti dengan diam, tidak melakukan apa-apa (ayat 26) ada usaha dari wanita ini, betapa susahnya dia menghampiri Yesus ditengah kerumunan orang banyak, namun imannya kuat makanya dia terus berusaha sampai dia mendapatkan jubah Yesus.
Jangan menyerah, jangan putus asa, berusahalah terus, itu akan membuat hati Tuhan tergerak dengan belas kasihan (Yakobus 2:18) - Iman yang benar bukan hanya menerima mujizat, namun juga disertai dengan keselamatan, diakui oleh Tuhan. Yesus berkata iman telah menyelamatkan engkau (ayat 34)
Kesembuhan penting, mujizat penting, berkat kekayaan penting, namun kalau kita kehilangan keselamatan buat apa? Jadi kita mengalami mujizat harus juga disertai dengan keselamatan.
(Ringkasan Khotbah Ibadah Raya Minggu, 11 Agustus 2019, oleh Pdt. Hosea Manurung)





