Memiliki Roh yang luar biasa
Bayangkan kalau Saudara ada pada posisi cerita ini, dimana suatu ketika ada acara penguburan mayat di Israel, mereka sedang mengangkat jenazah, mereka jalan mungkin sambil bernyanyi, sabar dalam sukarmu, sabar Tuhan ada sertamu, atau nyanyi Oh Yerusalem kota mulia dan sebagainya. Lalu didepan ada gerombolan orang Aram, perampok ada didepan mereka, lalu rombongan pengangkat jenazah ini ketakutan dan mereka dengan spontan melemparkan jenazah itu lalu lari ketakutan. Namun yang luar biasa adalah ketika mayat itu dilemparkan pas kebetulan jatuhnya di kuburan nabi Elisa dan kena pada tulang-tulang Elisa sehingga mayat itu hidup lagi, ini yang dahsyat. Yang jadi renungan kita saat ini adalah Elisa ketika mati saja hebat loh, tulang-tulangnya bisa membangkitkan orang mati apalagi ketika Elisa hidup. Yang menjadi pertanyaan saat ini: apakah kita memiliki kuasa ? apakah hidup kita sudah menjadi dampak ? apakah hidup kita ini produktif ? atau jangan-jangan kita sudah mati walaupun kita masih hidup. Tidak ada faedahnya, tidak ada manfaatnya, tidak berbuah dan tidak berdampak. Kita harus produktif, kita harus bersemangat, jangan jadi orang Kristen yang pengangguran, yang tidak berbuat apa-apa.
Apa yang membuat Elisa luar biasa, ketika Elisa dipanggil menjadi murid Elia dan menggantikan posisi Elia.
- Elisa orang yang sangat produktif (Ayat 19a) saat dia bertemu dengan Elia, Elisa sedang membajak dengan 12 pasang lembu. Dia tidak pernah diam, dia orangnya senang bekerja dan dia memang seorang pekerja keras.
- Elisa memiliki kepekaan rohani (Ayat 19b) ketika Elia melemparkan jubahnya kepada Elisa, dia respon dan tidak menganggap remeh dengan jubah tersebut, dia tangkap dan menerima serta menghargai jubah tersebut. Jubah Elia ini bisa membelah sungai Yordan menjadi dua.
- Elisa tidak mau lambat-lambat ketika dia dipanggil, dia cepat merespon dan berlari mendapatkan Elia (Ayat 20a).
- Elisa orang yang sangat menghormati orang tua, dia orang yang tahu berkat dari orang tua, restu orang tua akan membuat dia berhasil (Ayat 20b). Elisa meminta izin kepada Elia untuk mencium orang tuanya.
- Perkataan dan perbuatan Elisa sama (Ayat 20c). Dia pergi mencium ayah dan ibunya lalu berbalik mengikuti Elia.
- Ingin menjadi orang luar biasa itu ada harga yang harus dibayar (Ayat 21) Elisa menyembelih 12 pasang lembu itu berarti 24 ekor, dia korbankan semua dan mereka makan bersama-sama dan dibagi dengan yang lain. Dia tinggalkan semua profesi semula dan fokus sama Tuhan, dia total mengikuti Elia. Apa yang membuat kita tidak fokus kepada Tuhan, tinggalkan itu, bayarlah harga.
(Ringkasan Khotbah Ibadah Raya Minggu 26 Mei 2019 oleh: Pdt. Sahala Nainggolan)





