Khotbah 21 Juli 2019

Khotbah 0

UJIAN IMAN

Yakobus 1:2 – 4 “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.”

Kata pencobaan dalam bahasa Yunani ialah “Peirasmos“, artinya penderitaan karena injil Kristus bukan karena dosa kita, bukan karena perbuatan kita yang tidak baik. Kalau kita dianiaya karena kesalahan kita itu adalah hukuman, namun kalau kita mengalami penderitaan, pencobaan karena Kristus itu adalah suatu kebahagiaan karena Tuhan pasti berikan kekuatan bagi kita yang senantiasa dekat dengan Tuhan.

Iman kita diuji lewat apa saja?

  1. Keberhargaan (Ibrani 11:17 – 18)
    Sesuatu yang sangat berharga itu sangat sulit untuk dilepaskan, bahkan untuk meraih itu rela dan bersedia melakukan apapun karena sangat berharga

    Contoh : Jabatan, Pangkat, Harta, Hobby, Anak, dsb. Dan sering kali kita diuji dengan hal – hal itu, apakah kita rela mempersembahkan kepada Tuhan? Harga diri kita, jabatan kita, harta kita, ego kita, kalau itu Tuhan minta maka kita akan berikan.

    Abraham mempersembahkan anaknya Ishak buat Tuhan, apa yang saat itu yang paling berharga dalah hidup Abraham?. Harta?. Bukan, anak yang paling berharga, dan ini diminta oleh Tuhan dan Abraham rela.

  2. Taat dalam tekanan dan ujian (Ibrani 11:7)
    Nuh ketika disuruh membangun bahtera, dia taat walaupun berat. Kenapa berat? karena Tuhan suruh buat bahtera diatas gunung, ngga lazim, namun Nuh taat, capek iya, lelah iya, namun yang paling berat dialami Nuh bukan masalah Fisik, Bawa kayu keatas gunung, bawa perlengkapan, bekerja siang dan malam, dsb, bukan itu yang terberat, melainkan saat Nuh dihina, dikatain gila, stress, bodoh, dsb dari orang-orang sekitarnya. Namun Nuh tidak goyah imannya sampai pada akhirnya hujan lebat turun, banjir besar terjadi, dan semua orang yang ada mati, namun Nuh dan keluarganya selamat.
  3. Kelimpahan/situasi yang aman, comfort zone (Ibrani 11:24 – 26)
    Musa ada di Istana Raja Firaun, diasuh oleh puteri Firaun, ketika besar Musa tidak mau ada dalam zona nyaman, makan dari Istana raja, dan sebagainya, Musa keluar dari Istana dan berpetualangan untuk membela umat Tuhan dari perbudakan Firaun.
  4. Dalam keadaan kekurangan (1 Raja-raja 17:15)
    Bukan hanya dalam kelimpahan anak-anak Tuhan diuji, banyak kali juga kita diuji disaat-saat kekurangan. Contohnya janda di Sarfat. Wanita ini adalah janda dari seorang nabi. Suaminya meninggal dalam keadaan tidak meninggalkan apa-apa. Kasian wanita ini, namun ketika dia bertemu Nabi Elisa, maka hidupnya dipulihkan, saat dia taat apa yang dikatakan nabi Elisa.

    Mungkin kita saat ini dalam ujian kekurangan, jangan pernah putus asa, jangan menyerah, terus datang sama Tuhan pasti ada Mujizat.

  5. Lewat sakit penyakit (Ayub 1:21)
    Apakah sakit penyakit datang dari Tuhan? No. dari iblis, namun Tuhan izinkan

    Tidak enak namanya sakit. Sakit apapun itu, baik parah, sakit ringan, apalagi sakit yang mematikan. Namun dibalik sakit yang kita alami, imani disitu ada mujizat. Ayub tidak berdosa di hadapan Tuhan, dan akhirnya dia dipulihkan dan disembuhkan.

 

(Ringkasan Khotbah Ibu Pdt. Yemima Atarwaman, Minggu 21 Juli 2019)

Tags:
Rate this article!
Khotbah 21 Juli 2019,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Related Posts