Jangan Menyerah
Arti dari kata Betesda adalah grace/anugrah. Barang siapa yang sakit, apapun sakit penyakitnya ketika ia masuk pertama kali nyebur ke dalam kolam itu maka ia akan sembuh. Namun ditempat itu ada banyak sekali orang yang antri untuk sembuh, tapi tidak bisa di prediksi kapan aja air itu bergoncang, dan bila itu terjadi maka siapa yang lebih kuatlah yang pertama bisa nyebur sementara yang lemah dan yang sudah tidak berdaya tidak bisa masuk ke kolam. Dan ada seorang yang sudah 38 tahun mengalami sakit yang parah, Yesus datang kepada orang ini dan memberikan anugrah yang besar, dia tidak perlu nyebur ke dalam kolam itu dan dia sembuh karena dia bertemu dengan Yesus. Biarlah kita juga saat ini, apapun keadaan kita, biarlah kita bertemu dengan Yesus, dan yakinlah bahwa mujizat masih ada di dalam Dia.
Apa yang kita petik pelajaran dari kisah di kolam Betesda ini ?
| 1. | Dosa menyebabkan manusia mengalami penderitaan. Ayat 14 Penelitian menyebutkan bahwa ada banyak orang mengalami penyakit karena perbuatan dosa nya. Memang bukan mutlak karena dosa, namun banyak kali penderitaan itu terjadi karena dosa (Maz 107:17) Ada orang orang yang sakit oleh karena kelakuan mereka yang berdosa. Dosa adalah pelanggaran akan hukum Allah (Hamartia), artinya tidak tepat sasaran, menyimpang. Firman Tuhan katakan kalau kamu tahu berbuat baik namun kamu tidak melakukannya kamu sudah berdosa. |
| 2. | Jangan menyerah pada apapun juga. Orang ini 38 tahun menderita di serambi itu. Saya percaya bukan waktu yang singkat namun lama sekali. Setiap air itu bergoncang ehhhh udah keduluan orang, karena siapa yang pertama sekali nyebur ke air kolam itu waktu kolam itu bergoncang maka dialah yang pertama sembuh. Amsal berkata ” jika kamu tawar hati pada masa kesesakan maka kecillah kekuatanmu. Mungkin kita sama seperti orang ini, sudah bertahun tahun kita berdoa namun belum melihat jawaban, mari terus berharap, jangan menyerah melainkan berserah terus menerus kepada Tuhan, lihatlah pertolongan Tuhan akan nyata tepat pada waktunya. |
| 3. | Yesus pun turut merasakan penderitaan kita. Disitu banyak orang yang sakit, banyak yang antri, banyak yang sakit, namun yang luar biasa Yesus datang kepada orang ini, karena mungkin Yesus mengetahui bahwa orang inilah yang paling menderita disitu. Ibrani 4:15 ” sebab imam besar yang kita punya adalah Imam besar yang turut merasakan apa yang kita rasakan, namun Dia tidak berdosa. Apapun yang sedang kita alami hari hari ini percayalah bahwa Tuhan juga merasakan yang kita rasakan, tetap sabar, tetap semangat, tetap percaya, tetap tekun, dan yakinlah bahwa pertolongan Tuhan tepat pada waktunya. |
(Ringkasan Khotbah IR 30 Desember 2018, Pdp Christopher Liem)





