Gema 7 Nov

122. Jadilah jaminan bagi hamba-Mu untuk kebaikan, janganlah orang-orang yang kurang ajar memeras aku.

123. Mataku sangat merindukan keselamatan dari pada-Mu dan merindukan janji-Mu yang adil.

124. Perlakukanlah hamba-Mu sesuai dengan kasih setia-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

125. Hamba-Mu aku ini, buatlah aku mengerti, supaya aku tahu peringatan-peringatan-Mu.

126. Waktu untuk bertindak telah tiba bagi TUHAN;
mereka telah merombak Taurat-Mu.

127. Itulah sebabnya aku mencintai perintah-perintah-Mu lebih dari pada emas, bahkan dari pada emas tua.

128. Itulah sebabnya aku hidup jujur sesuai dengan segala titah-Mu;
segala jalan dusta aku benci.

Ratapan 4
1. Ah, sungguh pudar emas itu, emas murni itu berubah;
batu-batu suci itu terbuang di pojok tiap jalan.

2. Anak-anak Sion yang berharga, yang setimbang dengan emas tua, sungguh mereka dianggap belanga-belanga tanah buatan tangan tukang periuk.

3. Serigala pun memberikan teteknya dan menyusui anak-anaknya, tetapi puteri bangsaku telah menjadi kejam seperti burung unta di padang pasir.

4. Lidah bayi melekat pada langit-langit karena haus;
kanak-kanak meminta roti, tetapi tak seorang pun yang memberi.

5. Yang biasa makan yang sedap-sedap mati bulur di jalan-jalan;
yang biasa duduk di atas bantal kirmizi terbaring di timbunan sampah.

6. Kedurjanaan puteri bangsaku melebihi dosa Sodom, yang sekejap mata dibongkar-bangkir tanpa ada tangan yang memukulnya.

7. Pemimpin-pemimpin lebih bersih dari salju dan lebih putih dari susu, tubuh mereka lebih merah dari pada merjan, seperti batu nilam rupa mereka.

8. Sekarang rupa mereka lebih hitam dari pada jelaga, mereka tidak dikenal di jalan-jalan, kulit mereka berkerut pada tulang-tulangnya, mengering seperti kayu.

9. Lebih bahagia mereka yang gugur karena pedang dari pada mereka yang tewas karena lapar, yang merana dan mati sebab tak ada hasil ladang.

10. Dengan tangan sendiri wanita yang lemah lembut memasak kanak-kanak mereka, untuk makanan mereka tatkala runtuh puteri bangsaku.

11. TUHAN melepaskan segenap amarah-Nya, mencurahkan murka-Nya yang menyala-nyala, dan menyalakan api di Sion, yang memakan dasar-dasarnya.

12. Tidak percaya raja-raja di bumi, pun seluruh penduduk dunia, bahwa lawan dan seteru dapat masuk ke dalam gapura-gapura Yerusalem.

13. Hal itu terjadi oleh sebab dosa nabi-nabinya dan kedurjanaan imam-imamnya yang di tengah-tengahnya mencurahkan darah orang yang tidak bersalah.

14. Mereka terhuyung-huyung seperti orang buta di jalan-jalan, cemar oleh darah, sehingga orang tak dapat menyentuh pakaian mereka.

15. “Singkir! Najis!”, kata orang kepada mereka, “Singkir! Singkir! Jangan sentuh!”; lalu mereka lari dan mengembara, maka berkatalah bangsa-bangsa:
“Mereka tak boleh tinggal lebih lama di sini.”

16. TUHAN sendiri mencerai-beraikan mereka, tak mau lagi Ia memandang mereka. Para imam tidak mereka hormati, dan orang-orang tua tidak mereka kasihani.

17. Selalu mata kami merindukan pertolongan, tetapi sia-sia;
dari menara penjagaan kami menanti-nantikan suatu bangsa yang tak dapat menolong.

18. Mereka mengintai langkah-langkah kami, sehingga kami tak dapat berjalan di lapangan-lapangan kami;
akhir hidup kami mendekat, hari-hari kami sudah genap, ya, akhir hidup kami sudah tiba.

19. Pengejar-pengejar kami lebih cepat dari pada burung rajawali di angkasa mereka memburu kami di atas gunung-gunung, menghadang kami di padang gurun.

20. Orang yang diurapi TUHAN, nafas hidup kami, tertangkap dalam pelubang mereka, dia yang kami sangka: “Dalam naungannya kami akan hidup di antara bangsa-bangsa.”

21. Bergembira dan bersukacitalah, hai puteri Edom, engkau yang mendiami tanah Us, juga kepadamu piala akan sampai, engkau akan jadi mabuk lalu menelanjangi dirimu!

22. Telah hapus kesalahanmu, puteri Sion, tak akan lagi TUHAN membawa engkau ke dalam pembuangan, tetapi kesalahanmu, puteri Edom, akan dibalas-Nya, dan dosa-dosamu akan disingkapkan-Nya.

Ratapan 5
1. Ingatlah, ya TUHAN, apa yang terjadi atas kami, pandanglah dan lihatlah akan kehinaan kami.

2. Milik pusaka kami beralih kepada orang lain, rumah-rumah kami kepada orang asing.

3. Kami menjadi anak yatim, tak punya bapa, dan ibu kami seperti janda.

4. Air kami kami minum dengan membayar, kami mendapat kayu dengan bayaran.

5. Kami dikejar dekat-dekat, kami lelah, bagi kami tak ada istirahat.

6. Kami mengulurkan tangan kepada Mesir, dan kepada Asyur untuk menjadi kenyang dengan roti.

7. Bapak-bapak kami berbuat dosa, mereka tak ada lagi, dan kami yang menanggung kedurjanaan mereka.

8. Pelayan-pelayan memerintah atas kami;
yang melepaskan kami dari tangan mereka tak ada.

9. Dengan bahaya maut karena serangan pedang di padang gurun, kami harus mengambil makanan kami.

10. Kulit kami membara laksana perapian, karena nyerinya kelaparan.

11. Mereka memperkosa wanita-wanita di Sion dan gadis-gadis di kota-kota Yehuda.

12. Pemimpin-pemimpin digantung oleh tangan mereka, para tua-tua tidak dihormati.

13. Pemuda-pemuda harus memikul batu kilangan, anak-anak terjatuh karena beratnya pikulan kayu.

14. Para tua-tua tidak berkumpul lagi di pintu gerbang, para teruna berhenti main kecapi.

15. Lenyaplah kegirangan hati kami, tari-tarian kami berubah menjadi perkabungan.

16. Mahkota telah jatuh dari kepala kami. Wahai kami, karena kami telah berbuat dosa!

17. Karena inilah hati kami sakit, karena inilah mata kami jadi kabur:

18. karena bukit Sion yang tandus, di mana anjing-anjing hutan berkeliaran.

19. Engkau, ya TUHAN, bertakhta selama-lamanya, takhta-Mu tetap dari masa ke masa!

20. Mengapa Engkau melupakan kami selama-lamanya, meninggalkan kami demikian lama?

21. Bawalah kami kembali kepada-Mu, ya TUHAN, maka kami akan kembali, baharuilah hari-hari kami seperti dahulu kala!

22. Atau, apa Engkau sudah membuang kami sama sekali? Sangat murkakah Engkau terhadap kami?

1. Sebab itu, hai saudara-saudara yang kudus, yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi, pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus,

2. yang setia kepada Dia yang telah menetapkan-Nya, sebagaimana Musa pun setia dalam segenap rumah-Nya.

3. Sebab Ia dipandang layak mendapat kemuliaan lebih besar dari pada Musa, sama seperti ahli bangunan lebih dihormati dari pada rumah yang dibangunnya.

4. Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah.

5. Dan Musa memang setia dalam segenap rumah Allah sebagai pelayan untuk memberi kesaksian tentang apa yang akan diberitakan kemudian,

6. tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan.

7. Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus:
“Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya,

8. janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun,

9. di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya.

10. Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata:
Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku,

11. sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku:
Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.”

12. Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup.

13. Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan “hari ini”, supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.

14. Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.

15. Tetapi apabila pernah dikatakan:
“Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman”,

16. siapakah mereka yang membangkitkan amarah Allah, sekalipun mereka mendengar suara-Nya? Bukankah mereka semua yang keluar dari Mesir di bawah pimpinan Musa?

17. Dan siapakah yang Ia murkai empat puluh tahun lamanya? Bukankah mereka yang berbuat dosa dan yang mayatnya bergelimpangan di padang gurun?

18. Dan siapakah yang telah Ia sumpahi, bahwa mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Nya? Bukankah mereka yang tidak taat?

19. Demikianlah kita lihat, bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka.

10. Siapa menyesatkan orang jujur ke jalan yang jahat akan jatuh ke dalam lobangnya sendiri, tetapi orang-orang yang tak bercela akan mewarisi kebahagiaan.

11. Orang kaya menganggap dirinya bijak, tetapi orang miskin yang berpengertian mengenal dia.

Kembali ke GEMA