115. Menjauhlah dari padaku, hai penjahat-penjahat;
aku hendak memegang perintah-perintah Allahku.
116. Topanglah aku sesuai dengan janji-Mu, supaya aku hidup, dan janganlah membuat aku malu dalam pengharapanku.
117. Sokonglah aku, supaya aku selamat;
aku hendak bersukacita dalam ketetapan-ketetapan-Mu senantiasa.
118. Engkau menolak semua orang yang sesat dari ketetapan-ketetapan-Mu, sebab sia-sia tipu muslihat mereka.
119. Sebagai sanga Kauanggap semua orang fasik di bumi;
sebab itu aku mencintai peringatan-peringatan-Mu.
120. Badanku gemetar karena ketakutan terhadap Engkau, aku takut kepada penghukuman-Mu.
121. Aku telah menjalankan hukum dan keadilan;
janganlah menyerahkan aku kepada pemeras-pemerasku!
1. Ah, betapa Tuhan menyelubungi puteri Sion dengan awan dalam murka-Nya! Keagungan Israel dilemparkan-Nya dari langit ke bumi. Tak diingat-Nya akan tumpuan kaki-Nya tatkala Ia murka.
2. Tanpa belas kasihan Tuhan memusnahkan segala ladang Yakub. Ia menghancurkan dalam amarah-Nya benteng-benteng puteri Yehuda. Ia mencampakkan ke bumi dan mencemarkan kerajaan dan pemimpin-pemimpinnya.
3. Dalam murka yang menyala-nyala Ia mematahkan segala tanduk Israel, menarik kembali tangan kanan-Nya pada waktu si seteru mendekat, membakar Yakub laksana api yang menyala-nyala, yang menjilat ke sekeliling.
4. Ia membidikkan panah-Nya seperti seorang seteru dengan mengacungkan tangan kanan-Nya seperti seorang lawan;
membunuh segala yang menyenangkan mata dalam kemah puteri Sion, memuntahkan geram-Nya seperti api.
5. Tuhan menjadi seperti seorang seteru;
Ia menghancurkan Israel, meremukkan segala purinya, mempuingkan benteng-bentengnya, memperbanyak susah dan kesah pada puteri Yehuda.
6. Ia melanda kemah-Nya seperti kebun, menghancurkan tempat pertemuan-Nya. Di Sion TUHAN menjadikan orang lupa akan perayaan dan sabat, dan menolak dalam kegeraman murka-Nya raja dan imam.
7. Tuhan membuang mezbah-Nya, meninggalkan tempat kudus-Nya, menyerahkan ke dalam tangan seteru tembok puri-purinya. Teriakan ramai mereka dalam Bait Allah seperti keramaian pada hari perayaan jemaah.
8. TUHAN telah memutuskan untuk mempuingkan tembok puteri Sion. Ia mengukur semuanya dengan tali pengukur, Ia tak menahan tangan-Nya untuk menghancurkannya. Ia menjadikan berkabung tembok luar dan tembok dalam, mereka merana semua.
9. Terbenam gapura-gapuranya di dalam tanah;
TUHAN menghancurkan dan meluluhkan palang-palang pintunya. Rajanya dan pemimpin-pemimpinnya berada di antara bangsa-bangsa asing. Tak ada petunjuk dari TUHAN, bahkan nabi-nabi tidak menerima lagi wahyu dari pada-Nya.
10. Duduklah tertegun di tanah para tua-tua puteri Sion;
mereka menabur abu di atas kepala, dan mengenakan kain kabung.
Dara-dara Yerusalem menundukkan kepalanya ke tanah.
11. Mataku kusam dengan air mata, remuk redam hatiku;
hancur habis hatiku karena keruntuhan puteri bangsaku, sebab jatuh pingsan kanak-kanak dan bayi di lapangan-lapangan kota.
12. Kepada ibunya mereka bertanya:
“Mana roti dan anggur?”, sedang mereka jatuh pingsan seperti orang yang gugur di lapangan-lapangan kota, ketika menghembuskan nafas di pangkuan ibunya.
13. Apa yang dapat kunyatakan kepadamu, dengan apa aku dapat menyamakan engkau, ya puteri Yerusalem? Dengan apa aku dapat membandingkan engkau untuk dihibur, ya dara, puteri Sion? Karena luas bagaikan laut reruntuhanmu;
siapa yang akan memulihkan engkau?
14. Nabi-nabimu melihat bagimu penglihatan yang dusta dan hampa. Mereka tidak menyatakan kesalahanmu, guna memulihkan engkau kembali. Mereka mengeluarkan bagimu ramalan-ramalan yang dusta dan menyesatkan.
15. Sekalian orang yang lewat bertepuk tangan karena engkau. Mereka bersuit-suit dan menggelengkan kepalanya mengenai puteri Yerusalem:
“Inikah kota yang disebut orang kota yang paling indah, kesukaan dunia semesta?”
16. Terhadap engkau semua seterumu mengangakan mulutnya. Mereka bersuit-suit dan menggertakkan gigi:
“Kami telah memusnahkannya!”, kata mereka, “Nah, inilah harinya yang kami nanti-nantikan, kami mengalaminya, kami melihatnya!”
17. TUHAN telah menjalankan yang dirancangkan-Nya, Ia melaksanakan yang difirmankan-Nya, yang diperintahkan-Nya dahulu kala;
Ia merusak tanpa belas kasihan, Ia menjadikan si seteru senang atas kamu, Ia meninggikan tanduk lawan-lawanmu.
18. Berteriaklah kepada Tuhan dengan nyaring, hai, puteri Sion, cucurkanlah air mata bagaikan sungai siang dan malam;
janganlah kauberikan dirimu istirahat, janganlah matamu tenang!
19. Bangunlah, mengeranglah pada malam hari, pada permulaan giliran jaga malam;
curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan, angkatlah tanganmu kepada-Nya demi hidup anak-anakmu, yang jatuh pingsan karena lapar di ujung-ujung jalan!
20. Lihatlah, TUHAN, dan tiliklah, kepada siapakah Engkau telah berbuat ini? Apakah perempuan harus makan anak kandungnya, anak-anak yang masih dibuai? Apakah dalam tempat kudus Tuhan harus dibunuh imam dan nabi?
21. Terbaring di debu jalan pemuda dan orang tua;
dara-daraku dan teruna-terunaku gugur oleh pedang;
Engkau membunuh mereka tatkala Engkau murka, tanpa belas kasihan Engkau menyembelih mereka!
22. Seolah-olah pada hari perayaan Engkau mengundang semua yang kutakuti dari sekeliling. Tatkala TUHAN murka tak ada seorang yang luput atau selamat. Mereka yang kubuai dan kubesarkan dibinasakan seteruku.
1. Akulah orang yang melihat sengsara disebabkan cambuk murka-Nya.
2. Ia menghalau dan membawa aku ke dalam kegelapan yang tidak ada terangnya.
3. Sesungguhnya, aku dipukul-Nya berulang-ulang dengan tangan-Nya sepanjang hari.
4. Ia menyusutkan dagingku dan kulitku, tulang-tulangku dipatahkan-Nya.
5. Ia mendirikan tembok sekelilingku, mengelilingi aku dengan kesedihan dan kesusahan.
6. Ia menempatkan aku di dalam gelap seperti orang yang sudah lama mati.
7. Ia menutup segala jalan ke luar bagiku, Ia mengikat aku dengan rantai yang berat.
8. Walaupun aku memanggil-manggil dan berteriak minta tolong, tak didengarkan-Nya doaku.
9. Ia merintangi jalan-jalanku dengan batu pahat, dan menjadikannya tidak terlalui.
10. Laksana beruang Ia menghadang aku, laksana singa dalam tempat persembunyian.
11. Ia membelokkan jalan-jalanku, merobek-robek aku dan membuat aku tertegun.
12. Ia membidikkan panah-Nya, menjadikan aku sasaran anak panah.
13. Ia menyusupkan ke dalam hatiku segala anak panah dari tabung-Nya.
14. Aku menjadi tertawaan bagi segenap bangsaku, menjadi lagu ejekan mereka sepanjang hari.
15. Ia mengenyangkan aku dengan kepahitan, memberi aku minum ipuh.
16. Ia meremukkan gigi-gigiku dengan memberi aku makan kerikil;
Ia menekan aku ke dalam debu.
17. Engkau menceraikan nyawaku dari kesejahteraan, aku lupa akan kebahagiaan.
18. Sangkaku: hilang lenyaplah kemasyhuranku dan harapanku kepada TUHAN.
19. “Ingatlah akan sengsaraku dan pengembaraanku, akan ipuh dan racun itu.”
20. Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam diriku.
21. Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap:
22. Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,
23. selalu baru tiap pagi;
besar kesetiaan-Mu!
24. “TUHAN adalah bagianku,” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.
25. TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.
26. Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.
27. Adalah baik bagi seorang pria memikul kuk pada masa mudanya.
28. Biarlah ia duduk sendirian dan berdiam diri kalau TUHAN membebankannya.
29. Biarlah ia merebahkan diri dengan mukanya dalam debu, mungkin ada harapan.
30. Biarlah ia memberikan pipi kepada yang menamparnya, biarlah ia kenyang dengan cercaan.
31. Karena tidak untuk selama-lamanya Tuhan mengucilkan.
32. Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya.
33. Karena tidak dengan rela hati Ia menindas dan merisaukan anak-anak manusia.
34. Kalau dipijak-pijak dengan kaki tawanan-tawanan di dunia,
35. kalau hak orang dibelokkan di hadapan Yang Mahatinggi,
36. atau orang diperlakukan tidak adil dalam perkaranya, masakan Tuhan tidak melihatnya?
37. Siapa berfirman, maka semuanya jadi? Bukankah Tuhan yang memerintahkannya?
38. Bukankah dari mulut Yang Mahatinggi keluar apa yang buruk dan apa yang baik?
39. Mengapa orang hidup mengeluh? Biarlah setiap orang mengeluh tentang dosanya!
40. Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada TUHAN.
41. Marilah kita mengangkat hati dan tangan kita kepada Allah di sorga:
42. Kami telah mendurhaka dan memberontak, Engkau tidak mengampuni.
43. Engkau menyelubungi diri-Mu dengan murka, mengejar kami dan membunuh kami tanpa belas kasihan.
44. Engkau menyelubungi diri-Mu dengan awan, sehingga doa tak dapat menembus.
45. Kami Kaujadikan kotor dan keji di antara bangsa-bangsa.
46. Terhadap kami semua seteru kami mengangakan mulutnya.
47. Kejut dan jerat menimpa kami, kemusnahan dan kehancuran.
48. Air mataku mengalir bagaikan batang air, karena keruntuhan puteri bangsaku.
49. Air mataku terus-menerus bercucuran, dengan tak henti-hentinya,
50. sampai TUHAN memandang dari atas dan melihat dari sorga.
51. Mataku terasa pedih oleh sebab keadaan puteri-puteri kotaku.
52. Seperti burung aku diburu-buru oleh mereka yang menjadi seteruku tanpa sebab.
53. Mereka melemparkan aku hidup-hidup dalam lobang, melontari aku dengan batu.
54. Air membanjir di atas kepalaku, kusangka: “Binasa aku!”
55. “Ya TUHAN, aku memanggil nama-Mu dari dasar lobang yang dalam.
56. Engkau mendengar suaraku! Janganlah Kaututupi telinga-Mu terhadap kesahku dan teriak tolongku!
57. Engkau dekat tatkala aku memanggil-Mu, Engkau berfirman: Jangan takut!”
58. “Ya Tuhan, Engkau telah memperjuangkan perkaraku, Engkau telah menyelamatkan hidupku.
59. Engkau telah melihat ketidakadilan terhadap aku, ya TUHAN;
berikanlah keadilan!
60. Engkau telah melihat segala dendam mereka, segala rancangan mereka terhadap aku.”
61. “Engkau telah mendengar cercaan mereka, ya TUHAN, segala rancangan mereka terhadap aku,
62. percakapan orang-orang yang melawan aku, dan rencana mereka terhadap aku sepanjang hari.
63. Amatilah duduk bangun mereka! Aku menjadi lagu ejekan mereka.”
64. “Engkau akan mengadakan pembalasan terhadap mereka, ya TUHAN, menurut perbuatan tangan mereka.
65. Engkau akan mengeraskan hati mereka;
kiranya kutuk-Mu menimpa mereka!
66. Engkau akan mengejar mereka dengan murka dan memunahkan mereka dari bawah langit, ya TUHAN!”
1. Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.
2. Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal,
3. bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan
4. Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karunia Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya.
5. Sebab bukan kepada malaikat-malaikat telah Ia taklukkan dunia yang akan datang, yang kita bicarakan ini.
6. Ada orang yang pernah memberi kesaksian di dalam suatu nas, katanya:
“Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya, atau anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
7. Namun Engkau telah membuatnya untuk waktu yang singkat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat,
8. segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya.”
Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya, tidak ada suatu pun yang Ia kecualikan, yang tidak takluk kepada-Nya. Tetapi sekarang ini belum kita lihat, bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan kepada-Nya.
9. Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.
10. Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah — yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan —, yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.
11. Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara,
12. kata-Nya:
“Aku akan memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudara-Ku, dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaat,”
13. dan lagi:
“Aku akan menaruh kepercayaan kepada-Nya,” dan lagi:
“Sesungguhnya, inilah Aku dan anak-anak yang telah diberikan Allah kepada-Ku.”
14. Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;
15. dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.
16. Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.
17. Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
18. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.
8. Orang yang memperbanyak hartanya dengan riba dan bunga uang, mengumpulkan itu untuk orang-orang yang mempunyai belas kasihan kepada orang-orang lemah.
9. Siapa memalingkan telinganya untuk tidak mendengarkan hukum, juga doanya adalah kekejian.

