Gema 26 Aug

2. Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!

3. Ketahuilah, bahwa TUHANlah Allah;
Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.

4. Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!

5. Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

1. Mazmur Daud.
Aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukum, aku hendak bermazmur bagi-Mu, ya TUHAN.

2. Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela:
Bilakah Engkau datang kepadaku?
Aku hendak hidup dalam ketulusan hatiku di dalam rumahku.

3. Tiada kutaruh di depan mataku perkara dursila;
perbuatan murtad aku benci, itu takkan melekat padaku.

Ayub 38

1. Maka dari dalam badai TUHAN menjawab Ayub:

2. “Siapakah dia yang menggelapkan keputusan dengan perkataan-perkataan yang tidak berpengetahuan?

3. Bersiaplah engkau sebagai laki-laki!
Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku.

4. Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi?
Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian!

5. Siapakah yang telah menetapkan ukurannya?
Bukankah engkau mengetahuinya?
— Atau siapakah yang telah merentangkan tali pengukur padanya?

6. Atas apakah sendi-sendinya dilantak, dan siapakah yang memasang batu penjurunya

7. pada waktu bintang-bintang fajar bersorak-sorak bersama-sama, dan semua anak Allah bersorak-sorai?

8. Siapa telah membendung laut dengan pintu, ketika membual ke luar dari dalam rahim? —

9. ketika Aku membuat awan menjadi pakaiannya dan kekelaman menjadi kain bedungnya;

10. ketika Aku menetapkan batasnya, dan memasang palang dan pintu;

11. ketika Aku berfirman: Sampai di sini boleh engkau datang, jangan lewat, di sinilah gelombang-gelombangmu yang congkak akan dihentikan!

12. Pernahkah dalam hidupmu engkau menyuruh datang dinihari atau fajar kautunjukkan tempatnya

13. untuk memegang ujung-ujung bumi, sehingga orang-orang fasik dikebaskan dari padanya?

14. Bumi itu berubah seperti tanah liat yang dimeteraikan, segala sesuatu berwarna seperti kain.

15. Orang-orang fasik dirampas terangnya, dan dipatahkan lengan yang diacungkan.

16. Engkaukah yang turun sampai ke sumber laut, atau berjalan-jalan melalui dasar samudera raya?

17. Apakah pintu gerbang maut tersingkap bagimu, atau pernahkah engkau melihat pintu gerbang kelam pekat?

18. Apakah engkau mengerti luasnya bumi?
Nyatakanlah, kalau engkau tahu semuanya itu.

19. Di manakah jalan ke tempat kediaman terang, dan di manakah tempat tinggal kegelapan,

20. sehingga engkau dapat mengantarnya ke daerahnya, dan mengetahui jalan-jalan ke rumahnya?

21. Tentu engkau mengenalnya, karena ketika itu engkau telah lahir, dan jumlah hari-harimu telah banyak!

22. Apakah engkau telah masuk sampai ke perbendaharaan salju, atau melihat perbendaharaan hujan batu,

23. yang Kusimpan untuk masa kesesakan, untuk waktu pertempuran dan peperangan?

24. Di manakah jalan ke tempat terang berpencar, ke tempat angin timur bertebar ke atas bumi?

25. Siapakah yang menggali saluran bagi hujan deras dan jalan bagi kilat guruh,

26. untuk memberi hujan ke atas tanah di mana tidak ada orang, ke atas padang tandus yang tidak didiami manusia;

27. untuk mengenyangkan gurun dan belantara, dan menumbuhkan pucuk-pucuk rumput muda?

28. Apakah hujan itu berayah?
Atau siapakah yang menyebabkan lahirnya titik air embun?

29. Dari dalam kandungan siapakah keluar air beku, dan embun beku di langit, siapakah yang melahirkannya?

30. Air membeku seperti batu, dan permukaan samudera raya mengeras.

31. Dapatkah engkau memberkas ikatan bintang Kartika, dan membuka belenggu bintang Belantik?

32. Dapatkah engkau menerbitkan Mintakulburuj pada waktunya, dan memimpin bintang Biduk dengan pengiring-pengiringnya?

33. Apakah engkau mengetahui hukum-hukum bagi langit?
atau menetapkan pemerintahannya di atas bumi?

34. Dapatkah engkau menyaringkan suaramu sampai ke awan-awan, sehingga banjir meliputi engkau?

35. Dapatkah engkau melepaskan kilat, sehingga sabung-menyabung, sambil berkata kepadamu: Ya?

36. Siapa menaruh hikmat dalam awan-awan atau siapa memberikan pengertian kepada gumpalan mendung?

37. Siapa dapat menghitung awan dengan hikmat, dan siapa dapat mencurahkan tempayan-tempayan langit,

38. ketika debu membeku menjadi logam tuangan, dan gumpalan tanah berlekat-lekatan?

Ayub 39

1. Dapatkah engkau memburu mangsa untuk singa betina, dan memuaskan selera singa-singa muda,

2. kalau mereka merangkak di dalam sarangnya, mengendap di bawah semak belukar?

3. Siapakah yang menyediakan mangsa bagi burung gagak, apabila anak-anaknya berkaok-kaok kepada Allah, berkeliaran karena tidak ada makanan?

4. Apakah engkau mengetahui waktunya kambing gunung beranak, atau mengamat-amati rusa waktu sakit beranak?

5. Dapatkah engkau menghitung berapa lamanya sampai genap bulannya, dan mengetahui waktunya beranak?

6. Dengan membungkukkan diri mereka melahirkan anak-anaknya, dan mengeluarkan isi kandungannya.

7. Anak-anaknya menjadi kuat dan besar di padang, mereka pergi dan tidak kembali lagi kepada induknya.

8. Siapakah yang mengumbar keledai liar, atau siapakah yang membuka tali tambatan keledai jalang?

9. Kepadanya telah Kuberikan tanah dataran sebagai tempat kediamannya dan padang masin sebagai tempat tinggalnya.

10. Ia menertawakan keramaian kota, tidak mendengarkan teriak si penggiring;

11. ia menjelajah gunung-gunung padang rumputnya, dan mencari apa saja yang hijau.

12. Apakah lembu hutan mau takluk kepadamu, atau bermalam dekat palunganmu?

13. Dapatkah engkau memaksa lembu hutan mengikuti alur bajak dengan keluan, atau apakah ia akan menyisir tanah lembah mengikuti engkau?

14. Percayakah engkau kepadanya, karena kekuatannya sangat besar?
Atau kauserahkankah kepadanya pekerjaanmu yang berat?

15. Apakah engkau menaruh kepercayaan kepadanya, bahwa ia akan membawa pulang hasil tanahmu, dan mengumpulkannya di tempat pengirikanmu?

16. Dengan riang sayap burung unta berkepak-kepak, tetapi apakah kepak dan bulu itu menaruh kasih sayang?

17. Sebab telurnya ditinggalkannya di tanah, dan dibiarkannya menjadi panas di dalam pasir,

18. tetapi lupa, bahwa telur itu dapat terpijak kaki, dan diinjak-injak oleh binatang-binatang liar.

19. Ia memperlakukan anak-anaknya dengan keras seolah-olah bukan anaknya sendiri;
ia tidak peduli, kalau jerih payahnya sia-sia,

20. karena Allah tidak memberikannya hikmat, dan tidak membagikan pengertian kepadanya.

21. Apabila ia dengan megah mengepakkan sayapnya, maka ia menertawakan kuda dan penunggangnya.

22. Engkaukah yang memberi tenaga kepada kuda?
Engkaukah yang mengenakan surai pada tengkuknya?

23. Engkaukah yang membuat dia melompat seperti belalang?
Ringkiknya yang dahsyat mengerikan.

24. Ia menggaruk tanah lembah dengan gembira, dengan kekuatan ia maju menghadapi senjata.

25. Kedahsyatan ditertawakannya, ia tidak pernah kecut hati, dan ia pantang mundur menghadapi pedang.

26. Di atas dia tabung panah gemerencing, tombak dan lembing gemerlapan;

27. dengan garang dan galak dilulurnya tanah, dan ia meronta-ronta kalau kedengaran bunyi sangkakala;

28. ia meringkik setiap kali sangkakala ditiup;
dan dari jauh sudah diciumnya perang, gertak para panglima dan pekik.

29. Oleh pengertianmukah burung elang terbang, mengembangkan sayapnya menuju ke selatan?

30. Atas perintahmukah rajawali terbang membubung, dan membuat sarangnya di tempat yang tinggi?

31. Ia diam dan bersarang di bukit batu, di puncak bukit batu dan di gunung yang sulit didatangi.

32. Dari sana ia mengintai mencari mangsa, dari jauh matanya mengamat-amati;

33. anak-anaknya menghirup darah, dan di mana ada yang tewas, di situlah dia.”

34. Maka jawab TUHAN kepada Ayub:

35. “Apakah si pengecam hendak berbantah dengan Yang Mahakuasa?
Hendaklah yang mencela Allah menjawab!”

36. Maka jawab Ayub kepada TUHAN:

37. “Sesungguhnya, aku ini terlalu hina; jawab apakah yang dapat kuberikan kepada-Mu?
Mulutku kututup dengan tangan.

38. Satu kali aku berbicara, tetapi tidak akan kuulangi;
bahkan dua kali, tetapi tidak akan kulanjutkan.”

25. Sekarang tentang para gadis. Untuk mereka aku tidak mendapat perintah dari Tuhan. Tetapi aku memberikan pendapatku sebagai seorang yang dapat dipercayai karena rahmat yang diterimanya dari Allah.

26. Aku berpendapat, bahwa, mengingat waktu darurat sekarang, adalah baik bagi manusia untuk tetap dalam keadaannya.

27. Adakah engkau terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mengusahakan perceraian! Adakah engkau tidak terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mencari seorang!

28. Tetapi, kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa. Dan kalau seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa. Tetapi orang-orang yang demikian akan ditimpa kesusahan badani dan aku mau menghindarkan kamu dari kesusahan itu.

29. Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;

30. dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli;

31. pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.

32. Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.

33. Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya,

34. dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya.

35. Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan.

36. Tetapi jikalau seorang menyangka, bahwa ia tidak berlaku wajar terhadap gadisnya, jika gadisnya itu telah bertambah tua dan ia benar-benar merasa, bahwa mereka harus kawin, baiklah mereka kawin, kalau ia menghendakinya. Hal itu bukan dosa.

37. Tetapi kalau ada seorang, yang tidak dipaksa untuk berbuat demikian, benar-benar yakin dalam hatinya dan benar-benar menguasai kemauannya, telah mengambil keputusan untuk tidak kawin dengan gadisnya, ia berbuat baik.

38. Jadi orang yang kawin dengan gadisnya berbuat baik, dan orang yang tidak kawin dengan gadisnya berbuat lebih baik.

39. Isteri terikat selama suaminya hidup. Kalau suaminya telah meninggal, ia bebas untuk kawin dengan siapa saja yang dikehendakinya, asal orang itu adalah seorang yang percaya.

40. Tetapi menurut pendapatku, ia lebih berbahagia, kalau ia tetap tinggal dalam keadaannya. Dan aku berpendapat, bahwa aku juga mempunyai Roh Allah.

16. Jiwaku bersukaria, kalau bibirmu mengatakan yang jujur.

17. Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa.

Kembali ke GEMA