Gema 23 Aug

11. Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati.

12. Bersukacitalah karena TUHAN, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus.

1. Mazmur.
Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib;
keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.

2. TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa.

3. Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.

4. Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!

5. Bermazmurlah bagi TUHAN dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu yang nyaring,

Ayub 32

1. Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar.

2. Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah,

3. dan ia juga marah terhadap ketiga orang sahabat itu, karena mereka mempersalahkan Ayub, meskipun tidak dapat memberikan sanggahan.

4. Elihu menangguhkan bicaranya dengan Ayub, karena mereka lebih tua dari pada dia.

5. Tetapi setelah dilihatnya, bahwa mulut ketiga orang itu tidak lagi memberi sanggahan, maka marahlah ia.

6. Lalu berbicaralah Elihu bin Barakheel, orang Bus itu:
“Aku masih muda dan kamu sudah berumur tinggi;
oleh sebab itu aku malu dan takut mengemukakan pendapatku kepadamu.

7. Pikirku: Biarlah yang sudah lanjut usianya berbicara, dan yang sudah banyak jumlah tahunnya memaparkan hikmat.

8. Tetapi roh yang di dalam manusia, dan nafas Yang Mahakuasa, itulah yang memberi kepadanya pengertian.

9. Bukan orang yang lanjut umurnya yang mempunyai hikmat, bukan orang yang sudah tua yang mengerti keadilan.

10. Oleh sebab itu aku berkata: Dengarkanlah aku, aku pun akan mengemukakan pendapatku.

11. Ketahuilah, aku telah menantikan kata-katamu, aku telah memperhatikan pemikiranmu, hingga kamu menemukan kata-kata yang tepat.

12. Kepadamulah kupusatkan perhatianku, tetapi sesungguhnya, tiada seorang pun yang mengecam Ayub, tiada seorang pun di antara kamu menyanggah perkataannya.

13. Jangan berkata sekarang: Kami sudah mendapatkan hikmat;
hanya Allah yang dapat mengalahkan dia, bukan manusia.

14. Perkataannya tidak tertuju kepadaku, dan aku tidak akan menjawabnya dengan perkataanmu.

15. Mereka bingung, mereka tidak dapat memberi sanggahan lagi, mereka tidak dapat berbicara lagi.

16. Haruskah aku menunggu, karena mereka putus bicara, karena mereka berdiri di sana dan tidak memberi sanggahan lagi?

17. Aku pun hendak memberi sanggahan pada giliranku, aku pun akan mengemukakan pendapatku.

18. Karena aku tumpat dengan kata-kata, semangat yang ada dalam diriku mendesak aku.

19. Sesungguhnya, batinku seperti anggur yang tidak mendapat jalan hawa, seperti kirbat baru yang akan meletup.

20. Aku harus berbicara, supaya merasa lega, aku harus membuka mulutku dan memberi sanggahan.

21. Aku tidak akan memihak kepada siapa pun dan tidak akan menyanjung-nyanjung siapa pun,

22. karena aku tidak tahu menyanjung-nyanjung;
jika demikian, maka segera Pembuatku akan mencabut nyawaku.”

Ayub 33

1. “Akan tetapi sekarang, hai Ayub, dengarkanlah bicaraku, dan bukalah telingamu kepada segala perkataanku.

2. Ketahuilah, mulutku telah kubuka, lidahku di bawah langit-langitku berbicara.

3. Perkataanku keluar dari hati yang jujur, dan bibirku menyatakan dengan terang apa yang diketahui.

4. Roh Allah telah membuat aku, dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup.

5. Jikalau engkau dapat, jawablah aku, bersiaplah engkau menghadapi aku, pertahankanlah dirimu.

6. Sesungguhnya, bagi Allah aku sama dengan engkau, aku pun dibentuk dari tanah liat.

7. Jadi engkau tak usah ditimpa kegentaran terhadap aku, tekananku terhadap engkau tidak akan berat.

8. Tetapi engkau telah berbicara dekat telingaku, dan ucapan-ucapanmu telah kudengar:

9. Aku bersih, aku tidak melakukan pelanggaran, aku suci, aku tidak ada kesalahan.

10. Tetapi Ia mendapat alasan terhadap aku, Ia menganggap aku sebagai musuh-Nya.

11. Ia memasukkan kakiku ke dalam pasung, Ia mengawasi segala jalanku.

12. Sesungguhnya, dalam hal itu engkau tidak benar, demikian sanggahanku kepadamu, karena Allah itu lebih dari pada manusia.

13. Mengapa engkau berbantah dengan Dia, bahwa Dia tidak menjawab segala perkataanmu?

14. Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya.

15. Dalam mimpi, dalam penglihatan waktu malam, bila orang nyenyak tidur, bila berbaring di atas tempat tidur,

16. maka Ia membuka telinga manusia dan mengejutkan mereka dengan teguran-teguran

17. untuk menghalangi manusia dari pada perbuatannya, dan melenyapkan kesombongan orang,

18. untuk menahan nyawanya dari pada liang kubur, dan hidupnya dari pada maut oleh lembing.

19. Dengan penderitaan ia ditegur di tempat tidurnya, dan berkobar terus-menerus bentrokan dalam tulang-tulangnya;

20. perutnya bosan makanan, hilang nafsunya untuk makanan yang lezat-lezat;

21. susutlah dagingnya, sehingga tidak kelihatan lagi, tulang-tulangnya, yang mula-mula tidak tampak, menonjol ke luar,

22. sampai nyawanya menghampiri liang kubur, dan hidupnya mendekati mereka yang membawa maut.

23. Jikalau di sampingnya ada malaikat, penengah, satu di antara seribu, untuk menyatakan jalan yang benar kepada manusia,

24. maka Ia akan mengasihaninya dengan berfirman:
Lepaskan dia, supaya jangan ia turun ke liang kubur;
uang tebusan telah Kuperoleh.

25. Tubuhnya mengalami kesegaran seorang pemuda, ia seperti pada masa mudanya.

26. Ia berdoa kepada Allah, dan Allah berkenan menerimanya;
ia akan memandang wajah-Nya dengan bersorak-sorai, dan Allah mengembalikan kebenaran kepada manusia.

27. Ia akan bernyanyi di depan orang:
Aku telah berbuat dosa, dan yang lurus telah kubengkokkan, tetapi hal itu tidak dibalaskan kepadaku.

28. Ia telah membebaskan nyawaku dari jalan ke liang kubur, dan hidupku akan melihat terang.

29. Sesungguhnya, semuanya ini dilakukan Allah dua, tiga kali terhadap manusia:

30. mengembalikan nyawanya dari liang kubur, sehingga ia diterangi oleh cahaya hidup.

31. Perhatikanlah, hai Ayub, dengarkanlah aku, diamlah, akulah yang berbicara.

32. Jikalau ada yang hendak kaukatakan, jawablah aku;
berkatalah, karena aku rela membenarkan engkau.

33. Jikalau tidak, hendaklah engkau mendengarkan aku;
diamlah, aku hendak mengajarkan hikmat kepadamu.”

1. Memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu, dan percabulan yang begitu rupa, seperti yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya.

2. Sekalipun demikian kamu sombong. Tidakkah lebih patut kamu berdukacita dan menjauhkan orang yang melakukan hal itu dari tengah-tengah kamu?

3. Sebab aku, sekalipun secara badani tidak hadir, tetapi secara rohani hadir, aku — sama seperti aku hadir — telah menjatuhkan hukuman atas dia, yang telah melakukan hal yang semacam itu.

4. Bilamana kita berkumpul dalam roh, kamu bersama-sama dengan aku, dengan kuasa Yesus, Tuhan kita,

5. orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.

6. Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan?

7. Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.

8. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

9. Dalam suratku telah kutuliskan kepadamu, supaya kamu jangan bergaul dengan orang-orang cabul.

10. Yang aku maksudkan bukanlah dengan semua orang cabul pada umumnya dari dunia ini atau dengan semua orang kikir dan penipu atau dengan semua penyembah berhala, karena jika demikian kamu harus meninggalkan dunia ini.

11. Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

12. Sebab dengan wewenang apakah aku menghakimi mereka, yang berada di luar jemaat? Bukankah kamu hanya menghakimi mereka yang berada di dalam jemaat?

13. Mereka yang berada di luar jemaat akan dihakimi Allah. Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu.

10. Jangan engkau memindahkan batas tanah yang lama, dan memasuki ladang anak-anak yatim.

11. Karena penebus mereka kuat, Dialah yang membela perkara mereka melawan engkau.

Kembali ke GEMA