11. Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain;
lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.
12. Sebab Tuhan Allah adalah matahari dan perisai;
kasih dan kemuliaan Ia berikan;
Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.
13. Ya Tuhan semesta alam, berbahagialah manusia yang percaya kepada-Mu!
1. Untuk pemimpin biduan. Mazmur bani Korah.
2. Engkau telah berkenan kepada tanah-Mu, ya TUHAN, telah memulihkan keadaan Yakub.
3. Engkau telah mengampuni kesalahan umat-Mu, telah menutupi segala dosa mereka. Sela
4. Engkau telah menyurutkan segala gemas-Mu, telah meredakan murka-Mu yang menyala-nyala.
1. Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini:
2. “Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda.
3. Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, Allahnya menyertainya! Biarlah ia berangkat pulang ke Yerusalem, yang terletak di Yehuda, dan mendirikan rumah TUHAN. Allah Israel, yakni Allah yang diam di Yerusalem.
4. Dan setiap orang yang tertinggal, di mana pun ia ada sebagai pendatang, harus disokong oleh penduduk setempat dengan perak dan emas, harta benda dan ternak, di samping persembahan sukarela bagi rumah Allah yang ada di Yerusalem.”
5. Maka berkemaslah kepala-kepala kaum keluarga orang Yehuda dan orang Benyamin, serta para imam dan orang-orang Lewi, yakni setiap orang yang hatinya digerakkan Allah untuk berangkat pulang dan mendirikan rumah TUHAN yang ada di Yerusalem.
6. Dan segala orang di sekeliling mereka membantu mereka dengan barang-barang perak, dengan emas, harta benda dan ternak dan dengan pemberian yang indah-indah, selain dari segala sesuatu yang dipersembahkan dengan sukarela.
7. Pula raja Koresh menyuruh mengeluarkan perlengkapan rumah TUHAN yang telah diangkut Nebukadnezar dari Yerusalem dan yang ditaruhnya di dalam kuil allahnya.
8. Koresh, raja Persia itu, menyuruh mengeluarkan semuanya itu di bawah pengawasan Mitredat, bendahara raja, yang menghitung seluruhnya bagi Sesbazar, pembesar di Yehuda.
9. Inilah daftarnya: tiga puluh bokor emas, seribu bokor perak, dua puluh sembilan pisau,
10. tiga puluh piala emas, pula empat ratus sepuluh piala perak, seribu buah barang-barang lain.
11. Barang-barang emas dan perak itu seluruhnya berjumlah lima ribu empat ratus. Semuanya itu dibawa oleh Sesbazar sewaktu orang-orang buangan itu dibawa pulang dari negeri Babel ke Yerusalem.
1. Inilah orang-orang propinsi Yehuda yang berangkat pulang dari pembuangan, yakni para tawanan, yang dahulu diangkut ke Babel oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang kembali ke Yerusalem dan ke Yehuda, masing-masing ke kotanya.
2. Mereka datang bersama-sama Zerubabel, Yesua, Nehemia, Seraya, Reelaya, Mordekhai, Bilsan, Mispar, Bigwai, Rehum dan Baana. Inilah daftar orang-orang bangsa Israel:
3. bani Paros: dua ribu seratus tujuh puluh dua orang;
4. bani Sefaca: tiga ratus tujuh puluh dua orang;
5. bani Arah: tujuh ratus tujuh puluh lima orang;
6. bani Pahat-Moab, yakni anak-anak Yesua dan Yoab: dua ribu delapan ratus dua belas orang;
7. bani Elam: seribu dua ratus lima puluh empat orang;
8. bani Zatu: sembilan ratus empat puluh lima orang;
9. bani Zakai: tujuh ratus enam puluh orang;
10. bani Bani: enam ratus empat puluh dua orang;
11. bani Bebai: enam ratus dua puluh tiga orang;
12. bani Azgad: seribu dua ratus dua puluh dua orang;
13. bani Adonikam: enam ratus enam puluh enam orang;
14. bani Bigwai: dua ribu lima puluh enam orang;
15. bani Adin: empat ratus lima puluh empat orang;
16. bani Ater, yakni bani Hizkia: sembilan puluh delapan orang;
17. bani Bezai: tiga ratus dua puluh tiga orang;
18. bani Yora: seratus dua belas orang;
19. bani Hasum: dua ratus dua puluh tiga orang;
20. bani Gibar: sembilan puluh lima orang;
21. dari Betlehem: seratus dua puluh tiga orang;
22. orang-orang Netofa: lima puluh enam orang;
23. orang-orang Anatot: seratus dua puluh delapan orang;
24. dari Asmawet: empat puluh dua orang;
25. dari Kiryat-Arim, Kefira dan Beerot: tujuh ratus empat puluh tiga orang;
26. dari Rama dan Gaba: enam ratus dua puluh satu orang;
27. orang-orang Mikhmas: seratus dua puluh dua orang;
28. orang-orang Betel dan Ai: dua ratus dua puluh tiga orang;
29. dari Nebo: lima puluh dua orang;
30. bani Magbis: seratus lima puluh enam orang;
31. bani Elam, yakni Elam yang lain: seribu dua ratus lima puluh empat orang;
32. bani Harim: tiga ratus dua puluh orang;
33. orang-orang dari Lod, Hadid dan Ono: tujuh ratus dua puluh lima orang;
34. dari Yerikho: tiga ratus empat puluh lima orang;
35. bani Senaa: tiga ribu enam ratus tiga puluh orang.
36. Inilah para imam: bani Yedaya, yakni kaum keluarga Yesua: sembilan ratus tujuh puluh tiga orang;
37. bani Imer: seribu lima puluh dua orang;
38. bani Pasyhur: seribu dua ratus empat puluh tujuh orang;
39. bani Harim: seribu tujuh belas orang.
40. Inilah orang-orang Lewi: bani Yesua dan Kadmiel, yakni bani Hodawya: tujuh puluh empat orang.
41. Inilah para penyanyi: bani Asaf: seratus dua puluh delapan orang.
42. Inilah kaum penunggu pintu gerbang: bani Salum, bani Ater, bani Talmon, bani Akub, bani Hatita, bani Sobai, semuanya seratus tiga puluh sembilan orang.
43. Inilah para budak di bait Allah: bani Ziha, bani Hasufa, bani Tabaot;
44. bani Keros, bani Siaha, bani Padon;
45. bani Lebana, bani Hagaba, bani Akub;
46. bani Hagab, bani Samlai, bani Hanan;
47. bani Gidel, bani Gahar, bani Reaya;
48. bani Rezin, bani Nekoda, bani Gazam;
49. bani Uza, bani Paseah, bani Besai;
50. bani Asna, bani Meunim, bani Nefusim;
51. bani Bakbuk, bani Hakufa, bani Harhur;
52. bani Bazlut, bani Mehida, bani Harsa;
53. bani Barkos, bani Sisera, bani Temah;
54. bani Neziah, bani Hatifa.
55. Inilah keturunan para hamba Salomo: bani Sotai, bani Soferet, bani Peruda;
56. bani Yaala, bani Darkon, bani Gidel;
57. bani Sefaca, bani Hatil, bani Pokheret-Hazebaim, bani Ami.
58. Seluruh budak di bait Allah dan keturunan para hamba Salomo ada tiga ratus sembilan puluh dua orang.
59. Inilah orang-orang yang berangkat pulang dari Tel-Melah, Tel-Harsa, Kerub, Adan dan Imer, tetapi mereka tidak dapat menyatakan apakah kaum keluarga dan asal usul mereka termasuk bangsa Israel:
60. bani Delaya, bani Tobia, bani Nekoda, enam ratus lima puluh dua orang;
61. dan dari antara kaum imam: bani Habaya, bani Hakos, bani Barzilai. Barzilai itu memperisteri seorang anak perempuan Barzilai, orang Gilead itu, dan sejak itu ia dinamai menurut nama keluarga itu.
62. Mereka itu menyelidiki apakah nama mereka tercatat dalam silsilah, tetapi karena itu tidak didapati, maka mereka dinyatakan tidak tahir untuk jabatan imam.
63. Dan tentang mereka diputuskan oleh kepala daerah, bahwa mereka tidak boleh makan dari persembahan maha kudus, sampai ada seorang imam bertindak dengan memegang Urim dan Tumim.
64. Seluruh jemaah itu bersama-sama ada empat puluh dua ribu tiga ratus enam puluh orang,
65. selain dari budak mereka laki-laki dan perempuan yang berjumlah tujuh ribu tiga ratus tiga puluh tujuh orang. Pada mereka ada dua ratus penyanyi laki-laki dan perempuan.
66. Mereka mempunyai tujuh ratus tiga puluh enam ekor kuda, dua ratus empat puluh lima ekor bagal,
67. empat ratus tiga puluh lima ekor unta, dan enam ribu tujuh ratus dua puluh ekor keledai.
68. Beberapa kepala kaum keluarga, tatkala datang ke rumah TUHAN yang di Yerusalem, mempersembahkan persembahan sukarela guna pembangunan rumah Allah pada tempatnya semula.
69. Mereka memberi sumbangan sekadar kemampuan mereka untuk perbendaharaan guna pekerjaan itu sebanyak enam puluh satu ribu dirham emas, lima ribu mina perak dan seratus helai kemeja imam.
70. Adapun para imam dan orang-orang Lewi, dan juga sebagian dari rakyat, serta para penyanyi, para penunggu pintu gerbang dan para budak di bait Allah menetap di kota-kota mereka, demikian juga semua orang Israel yang lain, masing-masing di kota-kotanya sendiri.
1. Sambil menatap anggota-anggota Mahkamah Agama, Paulus berkata: “Hai saudara-saudaraku, sampai kepada hari ini aku tetap hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah.”
2. Tetapi Imam Besar Ananias menyuruh orang-orang yang berdiri dekat Paulus menampar mulut Paulus.
3. Membalas itu Paulus berkata kepadanya: “Allah akan menampar engkau, hai tembok yang dikapur putih-putih! Engkau duduk di sini untuk menghakimi aku menurut hukum Taurat, namun engkau melanggar hukum Taurat oleh perintahmu untuk menampar aku.”
4. Dan orang-orang yang hadir di situ berkata: “Engkau mengejek Imam Besar Allah?”
5. Jawab Paulus: “Hai saudara-saudara, aku tidak tahu, bahwa ia adalah Imam Besar. Memang ada tertulis: Janganlah engkau berkata jahat tentang seorang pemimpin bangsamu!”
6. Dan karena ia tahu, bahwa sebagian dari mereka itu termasuk golongan orang Saduki dan sebagian termasuk golongan orang Farisi, ia berseru dalam Mahkamah Agama itu, katanya: “Hai saudara-saudaraku, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi; aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharap akan kebangkitan orang mati.”
7. Ketika ia berkata demikian, timbullah perpecahan antara orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki dan terbagi-bagilah orang banyak itu.
8. Sebab orang-orang Saduki mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan dan tidak ada malaikat atau roh, tetapi orang-orang Farisi mengakui kedua-duanya.
9. Maka terjadilah keributan besar. Beberapa ahli Taurat dari golongan Farisi tampil ke depan dan membantah dengan keras, katanya: “Kami sama sekali tidak menemukan sesuatu yang salah pada orang ini! Barangkali ada roh atau malaikat yang telah berbicara kepadanya.”
10. Maka terjadilah perpecahan besar, sehingga kepala pasukan takut, kalau-kalau mereka akan mengoyak-ngoyak Paulus. Karena itu ia memerintahkan pasukan untuk turun ke bawah dan mengambil Paulus dari tengah-tengah mereka dan membawanya ke markas.
11. Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya: “Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma.”
6. Memperoleh harta benda dengan lidah dusta adalah kesia-siaan yang lenyap dari orang yang mencari maut.
7. Orang fasik diseret oleh penganiayaan mereka, karena mereka menolak melakukan keadilan.

