Gema 21 Aug

10. Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “TUHAN itu Raja!
Sungguh tegak dunia, tidak goyang. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.”

11. Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah gemuruh laut serta isinya,

12. biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya, maka segala pohon di hutan bersorak-sorai

13. di hadapan TUHAN, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.

1. TUHAN adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorak, biarlah banyak pulau bersukacita!

2. Awan dan kekelaman ada sekeliling Dia, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.

3. Api menjalar di hadapan-Nya, dan menghanguskan para lawan-Nya sekeliling.

Ayub 28

1. “Memang ada tempat orang menambang perak dan tempat orang melimbang emas;

2. besi digali dari dalam tanah, dan dari batu dilelehkan tembaga.

3. Orang menyudahi kegelapan, dan batu diselidikinya sampai sedalam-dalamnya, di dalam kekelaman dan kelam pekat.

4. Orang menggali tambang jauh dari tempat kediaman manusia, mereka dilupakan oleh orang-orang yang berjalan di atas, mereka melayang-layang jauh dari manusia.

5. Tanah yang menghasilkan pangan, dibawahnya dibongkar-bangkir seperti oleh api.

6. Batunya adalah tempat menemukan lazurit yang mengandung emas urai.

7. Jalan ke sana tidak dikenal seekor burung buas pun, dan mata elang tidak melihatnya;

8. binatang yang ganas tidak menginjakkan kakinya di sana dan singa tidak melangkah melaluinya.

9. Manusia melekatkan tangannya pada batu yang keras, ia membongkar-bangkir gunung-gunung sampai pada akar-akarnya;

10. di dalam gunung batu ia menggali terowongan, dan matanya melihat segala sesuatu yang berharga;

11. air sungai yang merembes dibendungnya, dan apa yang tersembunyi dibawanya ke tempat terang.

12. Tetapi di mana hikmat dapat diperoleh, di mana tempat akal budi?

13. Jalan ke sana tidak diketahui manusia, dan tidak didapati di negeri orang hidup.

14. Kata samudera raya: Ia tidak terdapat di dalamku, dan kata laut: Ia tidak ada padaku.

15. Untuk gantinya tidak dapat diberikan emas murni, dan harganya tidak dapat ditimbang dengan perak.

16. Ia tidak dapat dinilai dengan emas Ofir, ataupun dengan permata krisopras yang mahal atau dengan permata lazurit;

17. tidak dapat diimbangi oleh emas, atau kaca, ataupun ditukar dengan permata dari emas tua.

18. Baik gewang, baik hablur, tidak terhitung lagi;
memiliki hikmat adalah lebih baik dari pada mutiara.

19. Permata krisolit Etiopia tidak dapat mengimbanginya, ia tidak dapat dinilai dengan emas murni.

20. Hikmat itu, dari manakah datangnya, atau akal budi, di manakah tempatnya?

21. Ia terlindung dari mata segala yang hidup, bahkan tersembunyi bagi burung di udara.

22. Kebinasaan dan maut berkata:
Hanya desas-desusnya yang sampai ke telinga kami.

23. Allah mengetahui jalan ke sana, Ia juga mengenal tempat kediamannya.

24. Karena Ia memandang sampai ke ujung-ujung bumi, dan melihat segala sesuatu yang ada di kolong langit.

25. Ketika Ia menetapkan kekuatan angin, dan mengatur banyaknya air,

26. ketika Ia membuat ketetapan bagi hujan, dan jalan bagi kilat guruh,

27. ketika itulah Ia melihat hikmat, lalu memberitakannya, menetapkannya, bahkan menyelidikinya;

28. tetapi kepada manusia Ia berfirman:
Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi.”

Ayub 29

1. Maka Ayub melanjutkan uraiannya:

2. “Ah, kiranya aku seperti dalam bulan-bulan yang silam, seperti pada hari-hari, ketika Allah melindungi aku,

3. ketika pelita-Nya bersinar di atas kepalaku, dan di bawah terang-Nya aku berjalan dalam gelap;

4. seperti ketika aku mengalami masa remajaku, ketika Allah bergaul karib dengan aku di dalam kemahku;

5. ketika Yang Mahakuasa masih beserta aku, dan anak-anakku ada di sekelilingku;

6. ketika langkah-langkahku bermandikan dadih, dan gunung batu mengalirkan sungai minyak di dekatku.

7. Apabila aku keluar ke pintu gerbang kota, dan menyediakan tempat dudukku di tengah-tengah lapangan,

8. maka ketika aku kelihatan, mundurlah orang-orang muda dan bangkitlah orang-orang yang sudah lanjut umurnya, lalu tinggal berdiri;

9. para pembesar berhenti bicara, dan menutup mulut mereka dengan tangan;

10. suara para pemuka membisu, dan lidah mereka melekat pada langit-langitnya;

11. apabila telinga mendengar tentang aku, maka aku disebut berbahagia;
dan apabila mata melihat, maka aku dipuji.

12. Karena aku menyelamatkan orang sengsara yang berteriak minta tolong, juga anak piatu yang tidak ada penolongnya;

13. aku mendapat ucapan berkat dari orang yang nyaris binasa, dan hati seorang janda kubuat bersukaria;

14. aku berpakaian kebenaran dan keadilan menutupi aku seperti jubah dan serban;

15. aku menjadi mata bagi orang buta, dan kaki bagi orang lumpuh;

16. aku menjadi bapa bagi orang miskin, dan perkara orang yang tidak kukenal, kuselidiki.

17. Geraham orang curang kuremuk, dan merebut mangsanya dari giginya.

18. Pikirku: Bersama-sama dengan sarangku aku akan binasa, dan memperbanyak hari-hariku seperti burung feniks.

19. Akarku mencapai air, dan embun bermalam di atas ranting-rantingku.

20. Kemuliaanku selalu baru padaku, dan busurku kuat kembali di tanganku.

21. Kepadakulah orang mendengar sambil menanti, dengan diam mereka mendengarkan nasihatku.

22. Sehabis bicaraku tiada seorang pun angkat bicara lagi, dan perkataanku menetes ke atas mereka.

23. Orang menantikan aku seperti menantikan hujan, dan menadahkan mulutnya seperti menadah hujan pada akhir musim.

24. Aku tersenyum kepada mereka, ketika mereka putus asa, dan seri mukaku tidak dapat disuramkan mereka.

25. Aku menentukan jalan mereka dan duduk sebagai pemimpin;
aku bersemayam seperti raja di tengah-tengah rakyat, seperti seorang yang menghibur mereka yang berkabung.”

1. Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus.

2. Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarang pun kamu belum dapat menerimanya.

3. Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?

4. Karena jika yang seorang berkata: “Aku dari golongan Paulus,” dan yang lain berkata: “Aku dari golongan Apolos,” bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani?

5. Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya.

6. Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.

7. Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.

8. Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.

9. Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

10. Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.

11. Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.

12. Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami,

13. sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.

14. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.

15. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.

16. Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

17. Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.

18. Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat.

19. Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: “Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya.”

20. Dan di tempat lain: “Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka.”

21. Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu:

22. baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya.

23. Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.

6. Jangan makan roti orang yang kikir, jangan ingin akan makanannya yang lezat.

7. Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia. “Silakan makan dan minum,” katanya kepadamu,

Kembali ke GEMA