4. Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.
5. Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang,
6. terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.
7. Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.
8. Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik.
9. Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu,
10. malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu;
1. Lalu Ayub menjawab:
2. “Ah, hendaklah kiranya kekesalan hatiku ditimbang, dan kemalanganku ditaruh bersama-sama di atas neraca!
3. Maka beratnya akan melebihi pasir di laut;
oleh sebab itu tergesa-gesalah perkataanku.
4. Karena anak panah dari Yang Mahakuasa tertancap pada tubuhku, dan racunnya diisap oleh jiwaku;
kedahsyatan Allah seperti pasukan melawan aku.
5. Meringkikkah keledai liar di tempat rumput muda, atau melenguhkah lembu dekat makanannya?
6. Dapatkah makanan tawar dimakan tanpa garam atau apakah putih telur ada rasanya?
7. Aku tidak sudi menjamahnya, semuanya itu makanan yang memualkan bagiku.
8. Ah, kiranya terkabul permintaanku dan Allah memberi apa yang kuharapkan!
9. Kiranya Allah berkenan meremukkan aku, kiranya Ia melepaskan tangan-Nya dan menghabisi nyawaku!
10. Itulah yang masih merupakan hiburan bagiku, bahkan aku akan melompat-lompat kegirangan di waktu kepedihan yang tak kenal belas kasihan, sebab aku tidak pernah menyangkal firman Yang Mahakudus.
11. Apakah kekuatanku, sehingga aku sanggup bertahan, dan apakah masa depanku, sehingga aku harus bersabar?
12. Apakah kekuatanku seperti kekuatan batu?
Apakah tubuhku dari tembaga?
13. Bukankah tidak ada lagi pertolongan bagiku, dan keselamatan jauh dari padaku?
14. Siapa menahan kasih sayang terhadap sesamanya, melalaikan takut akan Yang Mahakuasa.
15. Saudara-saudaraku tidak dapat dipercaya seperti sungai, seperti dasar dari pada sungai yang mengalir lenyap,
16. yang keruh karena air beku, yang di dalamnya salju menjadi cair,
17. yang surut pada musim kemarau, dan menjadi kering di tempatnya apabila kena panas;
18. berkeluk-keluk jalan arusnya, mengalir ke padang tandus, lalu lenyap.
19. Kafilah dari Tema mengamat-amatinya dan rombongan dari Syeba mengharapkannya,
20. tetapi mereka kecewa karena keyakinan mereka, mereka tertipu setibanya di sana.
21. Demikianlah kamu sekarang bagiku, ketika melihat yang dahsyat, takutlah kamu.
22. Pernahkah aku berkata: Berilah aku sesuatu, atau: Berilah aku uang suap dari hartamu,
23. atau: Luputkan aku dari tangan musuh,
atau: Tebuslah aku dari tangan orang lalim?
24. Ajarilah aku, maka aku akan diam;
dan tunjukkan kepadaku dalam hal apa aku tersesat.
25. Alangkah kokohnya kata-kata yang jujur!
Tetapi apakah maksud celaan dari pihakmu itu?
26. Apakah kamu bermaksud mencela perkataan?
Apakah perkataan orang yang putus asa dianggap angin?
27. Bahkan atas anak yatim kamu membuang undi, dan sahabatmu kamu perlakukan sebagai barang dagangan.
28. Tetapi sekarang, berpalinglah kepadaku;
aku tidak akan berdusta di hadapanmu.
29. Berbaliklah, janganlah terjadi kecurangan, berbaliklah, aku pasti benar.
30. Apakah ada kecurangan pada lidahku?
Apakah langit-langitku tidak dapat membeda-bedakan bencana?”
1. “Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan?
2. Seperti kepada seorang budak yang merindukan naungan, seperti kepada orang upahan yang menanti-nantikan upahnya,
3. demikianlah dibagikan kepadaku bulan-bulan yang sia-sia, dan ditentukan kepadaku malam-malam penuh kesusahan.
4. Bila aku pergi tidur, maka pikirku: Bilakah aku akan bangun?
Tetapi malam merentang panjang, dan aku dicekam oleh gelisah sampai dinihari.
5. Berenga dan abu menutupi tubuhku, kulitku menjadi keras, lalu pecah.
6. Hari-hariku berlalu lebih cepat dari pada torak, dan berakhir tanpa harapan.
7. Ingatlah, bahwa hidupku hanya hembusan nafas;
mataku tidak akan lagi melihat yang baik.
8. Orang yang memandang aku, tidak akan melihat aku lagi, sementara Engkau memandang aku, aku tidak ada lagi.
9. Sebagaimana awan lenyap dan melayang hilang, demikian juga orang yang turun ke dalam dunia orang mati tidak akan muncul kembali.
10. Ia tidak lagi kembali ke rumahnya, dan tidak dikenal lagi oleh tempat tinggalnya.
11. Oleh sebab itu aku pun tidak akan menahan mulutku, aku akan berbicara dalam kesesakan jiwaku, mengeluh dalam kepedihan hatiku.
12. Apakah aku ini laut atau naga, sehingga Engkau menempatkan penjaga terhadap aku?
13. Apabila aku berpikir: Tempat tidurku akan memberi aku penghiburan, dan tempat pembaringanku akan meringankan keluh kesahku,
14. maka Engkau mengagetkan aku dengan impian dan mengejutkan aku dengan khayal,
15. sehingga aku lebih suka dicekik dan mati dari pada menanggung kesusahanku.
16. Aku jemu, aku tidak mau hidup untuk selama-lamanya. Biarkanlah aku, karena hari-hariku hanya seperti hembusan nafas saja.
17. Apakah gerangan manusia, sehingga dia Kauanggap agung, dan Kauperhatikan,
18. dan Kaudatangi setiap pagi, dan Kauuji setiap saat?
19. Bilakah Engkau mengalihkan pandangan-Mu dari padaku, dan membiarkan aku, sehingga aku sempat menelan ludahku?
20. Kalau aku berbuat dosa, apakah yang telah kulakukan terhadap Engkau, ya Penjaga manusia?
Mengapa Engkau menjadikan aku sasaran-Mu, sehingga aku menjadi beban bagi diriku?
21. Dan mengapa Engkau tidak mengampuni pelanggaranku, dan tidak menghapuskan kesalahanku?
Karena sekarang aku terbaring dalam debu, lalu Engkau akan mencari aku, tetapi aku tidak akan ada lagi.”
1. Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan.
2. Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.
3. Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.
4. Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.
5. Sebab Musa menulis tentang kebenaran karena hukum Taurat: “Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya.”
6. Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: “Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?”, yaitu: untuk membawa Yesus turun,
7. atau: “Siapakah akan turun ke jurang maut?”, yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati.
8. Tetapi apakah katanya? Ini:
“Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.”
Itulah firman iman, yang kami beritakan.
9. Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
10. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
11. Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.”
12. Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.
13. Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.
14. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?
15. Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!”
16. Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: “Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?”
17. Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
18. Tetapi aku bertanya: Adakah mereka tidak mendengarnya? Memang mereka telah mendengarnya:
“Suara mereka sampai ke seluruh dunia,
dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi.”
19. Tetapi aku bertanya: Adakah Israel menanggapnya? Pertama-tama Musa berkata:
“Aku menjadikan kamu cemburu terhadap orang-orang yang bukan umat
dan membangkitkan amarahmu terhadap bangsa yang bebal.”
20. Dan dengan berani Yesaya mengatakan:
“Aku telah berkenan ditemukan mereka yang tidak mencari Aku,
Aku telah menampakkan diri kepada mereka yang tidak menanyakan Aku.”
21. Tetapi tentang Israel ia berkata: “Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah.”
13. Si pemalas berkata: “Ada singa di luar, aku akan dibunuh di tengah jalan.”
14. Mulut perempuan jalang adalah lobang yang dalam;
orang yang dimurkai TUHAN akan terperosok ke dalamnya.

