Gema 1 Juli

13. dibelah-Nya laut, diseberangkan-Nya mereka;
didirikan-Nya air sebagai bendungan,

14. dituntun-Nya mereka dengan awan pada waktu siang, dan semalam suntuk dengan terang api;

15. dibelah-Nya gunung batu di padang gurun, diberi-Nya mereka minum banyak air seperti dari samudera raya;

16. dibuat-Nya aliran air keluar dari bukit batu, dan dibuat-Nya air turun seperti sungai.

17. Tetapi mereka terus berbuat dosa terhadap Dia, dengan memberontak terhadap Yang Mahatinggi di padang kering.

18. Mereka mencobai Allah dalam hati mereka dengan meminta makanan menuruti nafsu mereka.

19. Mereka berkata terhadap Allah:
“Sanggupkah Allah menyajikan hidangan di padang gurun?

1 Tawarikh 24

1. Inilah rombongan-rombongan anak-anak Harun. Anak-anak Harun ialah Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar.

2. Tetapi Nadab dan Abihu mati lebih dahulu dari pada ayah mereka dengan tidak mempunyai anak laki-laki, maka yang memegang jabatan imam ialah Eleazar dan Itamar.

3. Daud, bersama-sama Zadok dari bani Eleazar dan Ahimelekh dari bani Itamar, membagi-bagi mereka menurut jabatan mereka dalam penyelenggaraan ibadah.

4. Lalu ternyata bahwa di antara keturunan Eleazar ada lebih banyak kepala kaum dari pada di antara keturunan Itamar, sebab itu orang membagi-bagi mereka sebagai berikut: untuk bani Eleazar enam belas orang kepala puak, tetapi untuk bani Itamar delapan orang kepala puak.

5. Dan orang membagi-bagi mereka dengan membuang undi tanpa mengadakan perbedaan, sebab ada “pemimpin-pemimpin kudus” dan “pemimpin-pemimpin Allah”, baik di antara keturunan Eleazar maupun di antara keturunan Itamar.

6. Dan Semaya bin Netaneel, panitera itu, seorang Lewi, menulis nama mereka di depan raja, di depan pembesar-pembesar, imam Zadok, Ahimelekh bin Abyatar dan di depan kepala-kepala puak para imam dan orang Lewi; setiap kali satu puak diambil dari Eleazar, dan demikian pula satu puak dari Itamar.

7. Undian yang pertama jatuh pada Yoyarib; yang kedua pada Yedaya;

8. yang ketiga pada Harim; yang keempat pada Seorim;

9. yang kelima pada Malkia; yang keenam pada Miyamin;

10. yang ketujuh pada Hakos; yang kedelapan pada Abia;

11. yang kesembilan pada Yesua; yang kesepuluh pada Sekhanya;

12. yang kesebelas pada Elyasib; yang kedua belas pada Yakim;

13. yang ketiga belas pada Hupa; yang keempat belas pada Yesebeab;

14. yang kelima belas pada Bilga; yang keenam belas pada Imer;

15. yang ketujuh belas pada Hezir; yang kedelapan belas pada Hapizes;

16. yang kesembilan belas pada Petahya; yang kedua puluh pada Yehezkel;

17. yang kedua puluh satu pada Yakhin; yang kedua puluh dua pada Gamul;

18. yang kedua puluh tiga pada Delaya; yang kedua puluh empat pada Maazya.

19. Itulah jabatan mereka dalam menyelenggarakan ibadah setelah mereka masuk rumah TUHAN, sesuai dengan peraturan yang diberikan kepada mereka dengan perantaraan Harun, bapa leluhur mereka, seperti yang diperintahkan kepadanya oleh TUHAN, Allah Israel.

20. Golongan yang masih tinggal dari bani Lewi, dari anak-anak Amram ialah Subael, dari anak-anak Subael ialah Yehdeya;

21. dari anak-anak Rehabya ialah Yisia, seorang kepala;

22. dari orang Yizhar ialah Selomot; dari anak-anak Selomot ialah Yahat.

23. Anak-anak Hebron ialah Yeria, seorang kepala, Amarya, anak yang kedua, Yahaziel, anak yang ketiga, dan Yekameam, anak yang keempat.

24. Anak Uziel ialah Mikha; dari anak-anak Mikha ialah Samir.

25. Saudara Mikha ialah Yisia; dari anak-anak Yisia ialah Zakharia.

26. Keturunan Merari ialah Mahli dan Musi, juga anak-anak Yaazia, anaknya.

27. Keturunan Merari dari pihak Yaazia, anaknya, ialah Syoham, Zakur dan Hibri.

28. Dari Mahli ialah Eleazar; dia ini tidak mempunyai anak.

29. Dari Kish: anak Kish, yakni Yerahmeel.

30. Anak-anak Musi ialah Mahli, Eder dan Yerimot. Itulah bani Lewi menurut puak mereka.

31. Mereka ini pun, sama seperti saudara-saudara sesuku mereka, anak-anak Harun, membuang undi di depan raja Daud, di depan Zadok, Ahimelekh dan para kepala puak, para imam dan orang Lewi. Dalam hal ini seorang kepala puak sama dengan saudaranya yang terkecil.

1 Tawarikh 25

1. Selanjutnya untuk ibadah Daud dan para panglima menunjuk anak-anak Asaf, anak-anak Heman dan anak-anak Yedutun. Mereka bernubuat dengan diiringi kecapi, gambus dan ceracap. Daftar orang-orang yang bekerja dalam ibadah ini ialah yang berikut:

2. dari anak-anak Asaf ialah Zakur, Yusuf, Netanya dan Asarela, anak-anak Asaf di bawah pimpinan Asaf, yang bernubuat dengan petunjuk raja.

3. Dari Yedutun ialah anak-anak Yedutun: Gedalya, Zeri, Yesaya, Simei, Hasabya dan Matica, enam orang, di bawah pimpinan ayah mereka, Yedutun, yang bernubuat dengan diiringi kecapi pada waktu menyanyikan syukur dan puji-pujian bagi TUHAN.

4. Dari Heman ialah anak-anak Heman: Bukia, Matanya, Uziel, Sebuel, Yerimot, Hananya, Hanani, Eliata, Gidalti, Romamti-Ezer, Yosbekasa, Maloti, Hotir dan Mahaziot.

5. Mereka ini sekalian adalah anak-anak Heman, pelihat raja, menurut janji Allah untuk meninggikan tanduk kekuatannya; sebab Allah telah memberikan kepada Heman empat belas orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan.

6. Mereka ini sekalian berada di bawah pimpinan ayah mereka pada waktu menyanyikan nyanyian di rumah TUHAN dengan diiringi ceracap, gambus dan kecapi untuk ibadah di rumah Allah dengan petunjuk raja. Demikianlah keadaan bani Asaf, Yedutun dan Heman.

7. Jumlah mereka bersama-sama saudara-saudara mereka yang telah dilatih bernyanyi untuk TUHAN — mereka sekalian adalah ahli seni — ada dua ratus delapan puluh delapan orang.

8. Tua dan muda, guru dan murid, membuang undi mengenai tugasnya.

9. Lalu jatuhlah undian yang pertama pada Yusuf, orang Asaf; undian yang kedua pada Gedalya dengan saudara-saudaranya dan anak-anaknya, dua belas orang;

10. undian yang ketiga pada Zakur, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang;

11. undian yang keempat pada Yizri, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang;

12. undian yang kelima pada Netanya, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang;

13. undian yang keenam pada Bukia, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang;

14. undian yang ketujuh pada Yesarela, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang;

15. undian yang kedelapan pada Yesaya, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang;

16. undian yang kesembilan pada Matanya, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang;

17. undian yang kesepuluh pada Simei, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang;

18. undian yang kesebelas pada Azareel, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang;

19. undian yang kedua belas pada Hasabya, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang;

20. undian yang ketiga belas pada Subael, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang;

21. undian yang keempat belas pada Matica, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang;

22. undian yang kelima belas pada Yeremot, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang;

23. undian yang keenam belas pada Hananya, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang;

24. undian yang ketujuh belas pada Yosbekasa, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang;

25. undian yang kedelapan belas pada Hanani, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang;

26. undian yang kesembilan belas pada Maloti, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang;

27. undian yang kedua puluh pada Eliata, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang;

28. undian yang kedua puluh satu pada Hotir, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang;

29. undian yang kedua puluh dua pada Gidalti, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang;

30. undian yang kedua puluh tiga pada Mahaziot, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang;

31. undian yang kedua puluh empat pada Romamti-Ezer, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang.

1. Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.

2. Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.

3. Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: “Kornelius!”

4. Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: “Ada apa, Tuhan?” Jawab malaikat itu: “Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.

5. Dan sekarang, suruhlah beberapa orang ke Yope untuk menjemput seorang yang bernama Simon dan yang disebut Petrus.

6. Ia menumpang di rumah seorang penyamak kulit yang bernama Simon, yang tinggal di tepi laut.”

7. Setelah malaikat yang berbicara kepadanya itu meninggalkan dia, dipanggilnya dua orang hambanya beserta seorang prajurit yang saleh dari orang-orang yang selalu bersama-sama dengan dia.

8. Dan sesudah ia menjelaskan segala sesuatu kepada mereka, ia menyuruh mereka ke Yope.

9. Keesokan harinya ketika ketiga orang itu berada dalam perjalanan dan sudah dekat kota Yope, kira-kira pukul dua belas tengah hari, naiklah Petrus ke atas rumah untuk berdoa.

10. Ia merasa lapar dan ingin makan, tetapi sementara makanan disediakan, tiba-tiba rohnya diliputi kuasa ilahi.

11. Tampak olehnya langit terbuka dan turunlah suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya, yang diturunkan ke tanah.

12. Di dalamnya terdapat pelbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung.

13. Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: “Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!”

14. Tetapi Petrus menjawab: “Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir.”

15. Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: “Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.”

16. Hal ini terjadi sampai tiga kali dan segera sesudah itu terangkatlah benda itu ke langit.

17. Petrus bertanya-tanya di dalam hatinya, apa kiranya arti penglihatan yang telah dilihatnya itu. Sementara itu telah sampai di muka pintu orang-orang yang disuruh oleh Kornelius dan yang berusaha mengetahui di mana rumah Simon.

18. Mereka memanggil seorang dan bertanya, apakah Simon yang disebut Petrus ada menumpang di rumah itu.

19. Dan ketika Petrus sedang berpikir tentang penglihatan itu, berkatalah Roh: “Ada tiga orang mencari engkau.

20. Bangunlah, turunlah ke bawah dan berangkatlah bersama-sama dengan mereka, jangan bimbang, sebab Aku yang menyuruh mereka ke mari.”

21. Lalu turunlah Petrus ke bawah dan berkata kepada orang-orang itu: “Akulah yang kamu cari; apakah maksud kedatangan kamu?”

22. Jawab mereka: “Kornelius, seorang perwira yang tulus hati dan takut akan Allah, dan yang terkenal baik di antara seluruh bangsa Yahudi, telah menerima penyataan Allah dengan perantaraan seorang malaikat kudus, supaya ia mengundang engkau ke rumahnya dan mendengar apa yang akan kaukatakan.”

23. Ia mempersilakan mereka untuk bermalam di situ. Keesokan harinya ia bangun dan berangkat bersama-sama dengan mereka, dan beberapa saudara dari Yope menyertai dia.

20. Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan.

21. Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana.

22. Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya;
lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong.

Kembali ke GEMA