Persembahan Buah Sulung

“Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.
Amsal 3 : 9 – 10


 

PERSEMBAHAN SULUNG

Aadalah seluruh persembahan kita yang pertama di tahun 2019 (dengan kata lain seluruh penghasilan di bulan Januari) yang akan kita persembahkan bersama-sama di bulan Februari nanti. Mungkin ada yang sempat mempertanyakan, bukankah persembahan buah sulung itu hanya untuk orang Yahudi dan mereka yang memiliki penghasilan dari perkebunan/pertanian saja? Prinsip dan semangat dari buah sulung bukan hanya ada di Perjanjian Lama saja, tapi juga dalam Perjanjian Baru.

Markus 12:41-44; Lukas 21:1-4:
Seorang janda miskin memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya yakni seluruh nafkahnya.
2 Korintus 8:1-3:
Jemaat di Makedonia, memberi melampaui kemampuan mereka, sekalipun mereka miskin tapi mereka kaya dalam kemurahan.


Ada 3 hal penting yang harus kita pahami dengan baik dan benar tentang buah sulung

  1. Mengapa kita memberikan Persembahan Buah Sulung?
    • Memberikan Persembahan Buah Sulung berarti menghormati TUHAN dengan yang pertama dan terbaik
      • Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu (Amsal 3 : 9)
    • Meneladani BAPA dan tokoh-tokoh iman dalam Alkitab
      • Memberikan yang pertama dan terbaik (Buah Sulung) juga merupakan teladan dari ALLAH BAPA. BAPA telah memberikan yang terbaik, yang paling berharga yaitu YESUS KRISTUS kepada kita (Yoh 3:16)
  2. Dampak memberikan Persembahan Buah Sulung
    • Mengalami berkat TUHAN yang berlimpah-limpah
      • Maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya (Amsal 3:9-10).
      • Rumah tangga dan anak cucunya diberkati TUHAN.
        • Supaya rumah-rumahmu mendapat berkat (Yehezkiel 44:30)
    • Mematahkan roh cinta akan uang
      • Uang adalah saingan utama TUHAN di dalam hati/hidup manusia (Matius 6:24; Lukas 16:13)
        • Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon (Matius 6:24 bandingkan Lukas 16:13)
  3. Kapan kita memberikan buah Sulung?
    • Ada yang beranggapan Buah Sulung hanya diberikan satu kali, yakni pada saat kita mendapatkan penghasilan pertama saat memulai usaha atau pekerjaan yang baru. Namun dalam Nehemia 10:35 “Lagi pula setiap tahun kami akan membawa ke rumah TUHAN hasil yang pertama dari tanah kami dan buah sulung segala pohon.” Persembahan Buah Sulung kita bawa setiap tahun.

 

Tips untuk dapat mempraktekkan memberi Persembahan Buah Sulung

  1. Berdoa agar TUHAN melimpahkan kasih karunia-Nya yang memampukan kita memberi (2 Kor 8 : 7-9)
  2. Tetapkan hati untuk memberi (2 Kor 9 : 2,7)
  3. Setiap akhir tahun biasanya kita yang bekerja menerima bonus, THR Natal atau gaji ke-13, jangan dihabiskan! tapi sisihkan untuk memenuhi keperluan/kebutuhan kita di bulan Januari. Sehingga seluruh penghasilan di bulan Januari dapat kita simpan untuk dipersembahkan sebagai buah sulung.
  4. Penuhi pikiran dengan damai sejahtera, kalahkan ketakutan, kekuatiran (Fil 4:6-7)
  5. Percaya bahwa Dia akan memelihara, memberkati, menumbuhkan, menambahkan dan memperluas sampai ke kapasitas yang sangat besar, karena Dia adalah Allah yang memberi pertambahan (Maz 115:14) dan bertindak dengan segenap hati. Jangan menunda-nunda. Semakin ditunda, semakin diperhitungkan, semakin ragu dan kuatir, semakin berat melakukannya. Lakukan dengan segenap hati, percaya akan janji penyertaan TUHAN sertai dengan ucapan syukur.