4. Hati yang bengkok akan menjauh dari padaku, kejahatan aku tidak mau tahu.
5. Orang yang sembunyi-sembunyi mengumpat temannya, dia akan kubinasakan. Orang yang sombong dan tinggi hati, aku tidak suka.
6. Mataku tertuju kepada orang-orang yang setiawan di negeri, supaya mereka diam bersama-sama dengan aku. Orang yang hidup dengan cara yang tak bercela, akan melayani aku.
7. Orang yang melakukan tipu daya tidak akan diam di dalam rumahku, orang yang berbicara dusta tidak akan tegak di depan mataku.
8. Setiap pagi akan kubinasakan semua orang fasik di negeri;
akan kulenyapkan dari kota TUHAN, semua orang yang melakukan kejahatan.
1. Doa seorang sengsara, pada waktu ia lemah lesu dan mencurahkan pengaduhannya ke hadapan TUHAN.
2. TUHAN, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu.
1. Maka dari dalam badai TUHAN menjawab Ayub:
2. “Bersiaplah engkau sebagai laki-laki;
Aku akan menanyai engkau, dan engkau memberitahu Aku.
3. Apakah engkau hendak meniadakan pengadilan-Ku, mempersalahkan Aku supaya engkau dapat membenarkan dirimu?
4. Apakah lenganmu seperti lengan Allah, dan dapatkah engkau mengguntur seperti Dia?
5. Hiasilah dirimu dengan kemegahan dan keluhuran, kenakanlah keagungan dan semarak!
6. Luapkanlah marahmu yang bergelora;
amat-amatilah setiap orang yang congkak dan rendahkanlah dia!
7. Amat-amatilah setiap orang yang congkak, tundukkanlah dia, dan hancurkanlah orang-orang fasik di tempatnya!
8. Pendamlah mereka bersama-sama dalam debu, kurunglah mereka di tempat yang tersembunyi.
9. Maka Aku pun akan memuji engkau, karena tangan kananmu memberi engkau kemenangan.”
10. “Perhatikanlah kuda Nil, yang telah Kubuat seperti juga engkau. Ia makan rumput seperti lembu.
11. Perhatikanlah tenaga di pinggangnya, kekuatan pada urat-urat perutnya!
12. Ia meregangkan ekornya seperti pohon aras, otot-otot pahanya berjalin-jalinan.
13. Tulang-tulangnya seperti pembuluh tembaga, kerangkanya seperti batang besi.
14. Dia yang pertama dibuat Allah, makhluk yang diberi-Nya bersenjatakan pedang;
15. ya, bukit-bukit mengeluarkan hasil baginya, di mana binatang-binatang liar bermain-main.
16. Di bawah tumbuhan teratai ia menderum, tersembunyi dalam gelagah dan paya.
17. Tumbuhan-tumbuhan teratai menaungi dia dengan bayang-bayangnya, pohon-pohon gandarusa mengelilinginya.
18. Sesungguhnya, biarpun sungai sangat kuat arusnya, ia tidak gentar;
ia tetap tenang, biarpun sungai Yordan meluap melanda mulutnya.
19. Dapatkah orang menangkap dia dari muka, mencocok hidungnya dengan keluan?”
20. “Dapatkah engkau menarik buaya dengan kail, atau mengimpit lidahnya dengan tali?
21. Dapatkah engkau mengenakan tali rotan pada hidungnya, mencocok rahangnya dengan kaitan?
22. Mungkinkah ia mengajukan banyak permohonan belas kasihan kepadamu, atau berbicara dengan lemah lembut kepadamu?
23. Mungkinkah ia mengikat perjanjian dengan engkau, sehingga engkau mengambil dia menjadi hamba untuk selama-lamanya?
24. Dapatkah engkau bermain-main dengan dia seperti dengan burung, dan mengikat dia untuk anak-anakmu perempuan?
25. Mungkinkah kawan-kawan nelayan memperdagangkan dia, atau membagi-bagikan dia di antara pedagang-pedagang?
26. Dapatkah engkau menusuki kulitnya dengan serampang, dan kepalanya dengan tempuling?
27. Letakkan tanganmu ke atasnya!
Ingatlah pertarungannya! — Engkau takkan melakukannya lagi!
28. Sesungguhnya, harapanmu hampa!
Baru saja melihat dia, orang sudah terbanting.
1. Orang yang nekat pun takkan berani membangkitkan marahnya. Siapakah yang dapat bertahan di hadapan Aku?
2. Siapakah yang menghadapi Aku, yang Kubiarkan tetap selamat?
Apa yang ada di seluruh kolong langit, adalah kepunyaan-Ku.
3. Aku tidak akan berdiam diri tentang anggota-anggota badannya, tentang keperkasaannya dan perawakannya yang tampan.
14. Siapakah dapat menyingkapkan pakaian luarnya?
Baju zirahnya yang berlapis dua, siapakah dapat menembusnya?
5. Siapa dapat membuka pintu moncongnya?
Di sekeliling giginya ada kengerian.
6. Punggungnya adalah perisai-perisai yang bersusun, terlekat rapat seperti meterai.
7. Rapat hubungannya yang satu dengan yang lain, sehingga angin tidak dapat masuk;
8. yang satu melekat pada yang lain, bertautan tak terceraikan lagi.
9. Bersinnya menyinarkan cahaya, matanya laksana merekahnya fajar.
10. Dari dalam mulutnya keluar suluh, dan berpancaran bunga api.
11. Dari dalam lubang hidungnya mengepul uap bagaikan dari dalam belanga yang mendidih dan menggelegak isinya.
12. Nafasnya menyalakan bara, dan nyala api keluar dari dalam mulutnya.
13. Di dalam tengkuknya ada kekuatan;
ketakutan berlompatan di hadapannya.
14. Daging gelambirnya berlekatan, melekat padanya, tidak tergerak.
15. Hatinya keras seperti batu, keras seperti batu kilangan bawah.
16. Bila ia bangkit, maka semua yang berkuasa menjadi gentar, menjadi bingung karena ketakutan.
17. Bila ia diserang dengan pedang, ia tidak mempan, demikian juga dengan tombak, seligi atau lembing.
18. Besi dirasanya seperti jerami, tembaga seperti kayu lapuk.
19. Anak panah tidak dapat menghalau dia, batu umban seolah-olah berubah padanya menjadi jerami.
20. Gada dianggapnya jerami dan ia menertawakan desingan lembing.
21. Pada bagian bawahnya ada tembikar yang runcing;
ia membujur di atas lumpur seperti pengeretan pengirik.
22. Lubuk dibuatnya berbual-bual seperti periuk, laut dijadikannya tempat memasak campuran rempah-rempah.
23. Ia meninggalkan jejak yang bercahaya, sehingga samudera raya disangka orang rambut putih.
24. Tidak ada taranya di atas bumi;
itulah makhluk yang tidak mengenal takut.
25. Segala yang tinggi takut kepadanya;
ia adalah raja atas segala binatang yang ganas.”
1. Tentang daging persembahan berhala kita tahu: “kita semua mempunyai pengetahuan.” Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.
2. Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu “pengetahuan”, maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya.
3. Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.
4. Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: “tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa.”
5. Sebab sungguhpun ada apa yang disebut “allah”, baik di sorga, maupun di bumi — dan memang benar ada banyak “allah” dan banyak “tuhan” yang demikian —
6. namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
7. Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya.
8. “Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan.”
9. Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.
10. Karena apabila orang melihat engkau yang mempunyai “pengetahuan”, sedang duduk makan di dalam kuil berhala, bukankah orang yang lemah hati nuraninya itu dikuatkan untuk makan daging persembahan berhala?
11. Dengan jalan demikian orang yang lemah, yaitu saudaramu, yang untuknya Kristus telah mati, menjadi binasa karena “pengetahuan”mu.
12. Jika engkau secara demikian berdosa terhadap saudara-saudaramu dan melukai hati nurani mereka yang lemah, engkau pada hakekatnya berdosa terhadap Kristus.
13. Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku.
18. Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.
19. Hai anakku, dengarkanlah, dan jadilah bijak, tujukanlah hatimu ke jalan yang benar.

